Daerah

MilkLife Soccer Challenge Raih Penghargaan Grassroots Development Program of The Year di PSSI Awards 2026

Kaltim Today
30 Maret 2026 21:35
MilkLife Soccer Challenge Raih Penghargaan Grassroots Development Program of The Year di PSSI Awards 2026
Aksi siswi-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam kompetisi sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, belum lama ini.

Kaltimtoday.co - Program pembinaan sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge berhasil meraih penghargaan sebagai PT Freeport Indonesia Grassroots Development Program of The Year dalam ajang PSSI Awards 2026 di Jakarta, akhir pekan lalu. Program yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama susu MilkLife ini dinilai konsisten dalam menggerakkan ekosistem sepak bola putri di level akar rumput.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa PSSI Awards merupakan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi membangun sepak bola Indonesia. Ajang yang pertama kali digelar sejak PSSI berdiri 95 tahun lalu ini memberikan 17 kategori penghargaan kepada berbagai elemen, mulai dari perangkat pertandingan hingga komunitas dan sponsor.

"Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan cuma pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan banyak pihak lain yang terus bekerja dari level grassroots sampai sepak bola prestasi. PSSI Awards hadir dengan semangat yang lebih hangat, lebih dekat, dan lebih membumi dengan memberi penghargaan kepada semua yang selama ini ikut menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup," ujar Erick Thohir.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menegaskan apresiasi dari PSSI ini menjadi suntikan motivasi bagi penyelenggara untuk terus memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri nasional, khususnya pada kategori usia dini.

"Penghargaan ini didedikasikan untuk mendiang Bapak Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono yang serius membangun fondasi pembinaan olahraga yang dilakukan Djarum Foundation dan juga bagi semua pihak yang bekerja di balik layar demi suksesnya MilkLife Soccer Challenge," kata Teddy Tjahjono.

Teddy berharap program ini dapat terus menjangkau lebih banyak talenta usia dini yang kelak diproyeksikan menjadi pesepak bola putri profesional untuk memperkuat Tim Nasional. Sejak dimulai pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, kompetisi ini kini telah menjangkau 12 kota besar di Indonesia dengan total peserta mencapai 32.706 siswi.

Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge saat ini mencakup Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin. Di setiap kota tersebut, kompetisi dijadwalkan berlangsung sebanyak dua kali dalam satu tahun dengan tren kuantitas peserta yang terus meningkat di setiap seri.

Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, turut mengapresiasi keberlanjutan turnamen yang mempertandingkan kategori usia (KU) 8, KU 10, dan KU 12 ini. Menurutnya, konsistensi program pembinaan seperti ini sangat membantu peserta didik dalam mengekspresikan diri dan menemukan bakat di bidang olahraga.

"Penghargaan yang diraih MilkLife Soccer Challenge sebagai Grassroots Development Program of the Year merupakan pencapaian yang sangat positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai mendapatkan perhatian serius dan berjalan ke arah yang benar," tutur Didit.

Manfaat program ini juga dirasakan oleh Albianca Raula, salah satu alumnus MilkLife Soccer Challenge yang sempat masuk seleksi Timnas Wanita untuk Piala AFF U-16. Ia menilai berbagai rangkaian pelatihan tambahan seperti MilkLife Soccer Extra Training sangat membantu mengasah kualitas teknik dan mental pemain belia.

"Bagi pesepak bola putri belia seperti saya jadi memiliki wadah sehingga kami terus termotivasi untuk menggapai mimpi. Karena tidak hanya berhenti di MLSC saja, tapi turnamen berjenjang seperti Piala Pertiwi dan Hydroplus Soccer League," kata Albianca yang mengawali kariernya di SDN Kebagusan 03 Jakarta.

Senada dengan itu, Ika Wonda yang pernah merumput saat mengenyam pendidikan di SD Kristen Manahan Solo, merasa bersyukur atas pengalaman bertanding di level internasional. Melalui program ini, ia berkesempatan tampil pada ajang JSSL Singapore 7’s 2025 dan membawa timnya meraih gelar runner-up.

"Aku ikut bangga karena MilkLife Soccer Challenge berhasil meraih Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards 2026. Semoga semakin banyak calon srikandi muda sepak bola yang berpartisipasi dan skuad Merah Putih mendatang bisa masuk Piala Dunia Wanita," ujar Ika.

Selain format pertandingan 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Program ini akan ditutup dengan ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota hasil kurasi selama turnamen.

Pada format All-Stars 2025-2026 mendatang, terdapat perubahan teknis dari format 7 vs 7 menjadi 9 vs 9. Pertandingan puncak ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, di mana para atlet terbaik akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan gelar juara.

Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 dipastikan terus berlanjut mulai April mendatang. Rangkaian turnamen akan menyambangi Samarinda pada 23-26 April, Bekasi pada 28 April-3 Mei, Banjarmasin pada 30 April-3 Mei, serta Surabaya dan Kudus pada 12-17 Mei, dan ditutup di Malang pada 21-24 Mei.

[TOS]



Berita Lainnya