BalikpapanHeadlineKaltim

Mudik Lokal di Kaltim Resmi Dilarang, Nekat Siap-Siap Putar Balik!

Kaltimtoday.co, Balikpapan – Pemprov Kaltim sempat memmbolehkan mudik lokal antar kabupaten/kota di Kaltim. Belakangan, rencana ini dibatalkan. Semua mudik dilarang, tanpa terkecuali.

“Soal larangan mudik, semua wilayah harus menerapkannya. Kalau Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah lebih awal menerapkannya, itu bagus. Artinya sudah mudah pekerjaan kita di Kaltim,” ujar Gubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancarai wartawan di Balikpapan, Selasa (4/5/2021), dilansir dari suara.com, media jaringan kaltimtoday.co.

Baca juga:  8 Caleg Kaltim Melenggang ke Senayan, PPP Tergusur

Isran Noor menegaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan secara bersama antara pemerintah serta TNI dan Polri dengan instansi lainnya. Artinya tidak diperbolehkan mudik antar wilayah di Kaltim.

“Sami mawon, semua sama. Tidak ada alasan untuk mudik antar wilayah. Baik antar kota maupun antar kabupaten,” tegasnya.

Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Singgamata mengatakan, aparat keamanan saat ini sudah mendirikan posko larangan mudik di empat titik perbatasan provinsi di Kaltim.

Baca juga:  Pansus III Raperda Jasling Pertajam Materi ke P3EK Balikpapan

Dua titik di Kabupaten Paser yang berbatasan dengan Kalimantan Selatan, kemudian satu posko di Kutai Kartanegara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah, dan terakhir di Kabupaten Berau yang berbatasan dengan Kalimantan Utara.

“Perbatasan provinsi di Paser ada dua titik posko, di Kukar satu titik yang ke Kalteng, sama di Berau. Jadi ada empat posko penyekatan,” katanya.

Dijelaskannya lagi, pendirian posko tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021. Di mana dalam peraturan tersebut, penindakannya dilakukan dengan cara menyuruh putar balik pemudik yang hendak melintasi perbatasan provinsi.

Baca juga:  Reses di Kutim, Anggota DPRD Kaltim, Harun Al Rasyid Serap Aspirasi Masyarakat Desa Tepian Raya

“Diberlakukan mulai 6-17 Mei. Nanti akan kami cek ke posko tersebut. Sedangkan untuk pengecualian diperbolehkan seperti kendaraan dinas, nanti semua akan kerja sama dengan semua instansi mengantisipasi kendaraan dinas yang digunakan untuk keluarga,” ungkapnya.

Diterangkannya lagi, dalam peraturan ini, ada juga disebutkan soal diskresi. Oleh karena itu, petugas yang berada di lapangan nanti akan mempertimbangkan kendaraan yang dikecualikan boleh melintasi perbatasan atau yang tidak sedang mudik.

Baca juga:  Bebas Biaya Kuliah hingga Akomodasi, Berikut Informasi Beasiswa S1 Luar Negeri di Qatar University

Di Kaltim sendiri, pihak kepolisian menerjunkan sebanyak 1.260 personel di semua posko yang ada di Kaltim dan perbatasan.

[TOS]


Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker