Nasional
PBB Ajak Anak Muda Indonesia Ambil Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim
JAKARTA, Kaltimtoday.co - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia bersama para mitra memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menggelar acara The Green Community Festival.
Acara yang berlangsung di Taman Martha Christina Tiahahu, Taman Literasi Blok M, Jakarta ini mengajak komunitas, anak muda, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas untuk berkontribusi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Festival publik ini berhasil mengumpulkan sekitar ratusan peserta untuk saling berdiskusi, belajar, dan beraksi dalam menyelamatkan bumi.
Agenda ini diselenggarakan di tengah situasi krisis iklim yang dinilai semakin cepat terjadi di depan mata, di mana dunia baru saja melewati tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat.
Bencana iklim dilaporkan menjadi lebih sering terjadi, lebih merusak, serta memakan biaya yang sangat besar.
Setiap kenaikan suhu sekecil apa pun dianggap sangat berdampak, dan setiap detiknya menjadi sangat berharga, terutama bagi masyarakat yang sudah menghadapi dampak perubahan iklim secara langsung.
"Aksi iklim bukan hanya tentang kebijakan berskala besar. Ini juga tentang pilihan yang kita buat setiap hari, di rumah, di sekolah, di komunitas kita, dan dalam cara kita saling peduli," ujar Direktur Pusat Informasi PBB di Indonesia, Miklos Gaspar.
Miklos menambahkan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momen penting untuk mendengarkan sinyal-sinyal yang dikirimkan bumi dan meresponsnya dengan tindakan.
Festival ini menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti lokakarya pertanian perkotaan, gelar wicara tentang investasi hijau, permainan bertema keberlanjutan, pertunjukan musik, hingga stan pameran.
Stan pameran tersebut diisi oleh badan-badan PBB, mitra pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta berbagai komunitas lingkungan.
Kampanye ini turut menyoroti keterkaitan antara perubahan iklim, sistem pangan, pengungsian, mata pencaharian, dan kesetaraan gender.
Keterkaitan tersebut sekaligus menghubungkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan Hari Pengungsi Sedunia dan Tahun Perempuan Tani Internasional.
Salah satu puncak acara dalam festival tersebut adalah pengumuman pemenang Cool School Challenges.
Inisiatif iklim anak muda ini mengundang Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia untuk berbagi ide dan tindakan demi sekolah serta komunitas yang lebih berkelanjutan.
Tantangan tersebut berhasil menerima sebanyak 76 karya dari SMA di seluruh Indonesia.
Dari total tersebut, sebanyak 15 finalis terpilih berasal dari wilayah Jawa, Kalimantan Timur, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Ide-ide yang diajukan para siswa meliputi penghijauan sekolah, pengurangan sampah, pertanian perkotaan, tindakan hemat energi, kampanye lingkungan, hingga solusi iklim berbasis komunitas.
"Ke-76 karya tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak menunggu orang lain untuk bertindak. Mereka sudah memulainya dari sekolah dan komunitas mereka sendiri," kata Miklos Gaspar.
Menurut Miklos, tindakan nyata yang diinisiasi oleh para pelajar tersebut telah memberikan harapan baru dalam penanganan krisis iklim.
Dalam kompetisi inisiatif tersebut, SMA Al Umanaa Boarding School yang berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat, berhasil keluar sebagai pemenang pertama.
Sementara itu, posisi pemenang kedua diraih oleh Sekolah Santa Ursula dari Jakarta, dan pemenang ketiga ditempati oleh SMAN 1 Bekasi dari Jawa Barat.
PBB di Indonesia turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh finalis serta sekolah yang berpartisipasi atas kreativitas, komitmen, dan kepemimpinan mereka dalam aksi iklim.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat bahwa upaya melindungi bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana sehari-hari.
Langkah kecil tersebut di antaranya seperti menanam tumbuhan, mengurangi sampah, menghemat energi, memilih makanan yang lebih berkelanjutan, hingga peduli terhadap masyarakat yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim.
Kendati demikian, pesan mendesak tetap digaungkan bahwa waktu untuk bertindak kini semakin sempit. Setiap tindakan yang dilakukan saat ini dipastikan akan membentuk keselamatan, ketahanan, serta masa depan bagi generasi berikutnya.
[TOS]
Related Posts
- Usung Konsep Bursa Kerja Tiap Hari, Pemkab Kukar Luncurkan Aplikasi Kukar Siap Kerja
- Pagu Naik Jadi Rp150 Juta per RT, Bupati Kukar Luncurkan Program RT-Ku Terbaik
- Overkapasitas Pasien, Pemprov Kaltim Evaluasi RSUD AWS dan Siapkan Gedung Baru
- Demi Jamin Kepastian Harga Tandan Buah Segar, Dinas Perkebunan Kaltim Desak Petani Sawit Jalin Kemitraan
- Melalui Penerbangan Langsung ke Tiongkok, Ekspor Perikanan Segar Kaltim Capai 56 Ton per Bulan






