Daerah
Pengamat Soroti Pertemuan Presiden BEM KM Unmul dengan Jokowi: Harus Siap dengan Konsekuensi
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pertemuan antara Presiden BEM KM Universitas Mulawarman Hiththan Hersya Putra dengan Mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo menuai kontroversi. Pro dan kontra hingga berdampak pada pengunduran jabatan, menambah catatan hitam di lingkungan BEM KM Universitas Mulawarman.
Meski sudah mundur dari jabatannya, banyak yang menyoroti pertemuan tersebut termasuk pengamat di lingkungan civitas akademika Universitas Mulawarman.
Pengamat Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan keputusan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul) bertemu dan berfoto bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, sebagai pemegang amanah dan simbol keluarga besar mahasiswa Unmul, setiap keputusan yang diambil seharusnya sudah dipertimbangkan beserta konsekuensinya.
Castro, sapaan akrabnya, juga menilai alasan yang disampaikan terkait dirinya yang disebut dijembatani atau dipaksa untuk berfoto tidak masuk akal. Menurutnya, apabila benar demikian, seharusnya seorang Presiden BEM memiliki sikap dan martabat untuk menentukan pilihan dalam situasi tersebut.
“Kalau kemudian dia menggunakan alasan-alasan yang tidak masuk akal, sebenarnya dia ini sedang terdesak dan menggunakan segala macam alasan membela dirinya kepada teman-temannya, kepada publik, dan sebagainya,” kata Castro.
Lebih lanjut, Castro menduga pertemuan tersebut berkaitan dengan agenda Kongres BEM Kerakyatan di Jambi. Ia menduga ada kepentingan untuk meminta restu kepada Jokowi. Namun, menurutnya, langkah tersebut justru bertentangan dengan prinsip dan komitmen gerakan mahasiswa yang selama ini dibawa.
Karena itu, Castro menilai pengunduran diri Presiden BEM KM Unmul merupakan pilihan yang paling tepat sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Pilihan ketika kemudian dia mengundurkan diri, saya kira adalah pilihan yang paling tepat untuk menjaga marwah dan martabat gerakan mahasiswa, sekaligus keluarga besar di kampus Unmul,” pungkasnya.
Langkah yang diambil oleh mantan presiden BEM KM Unmul tersebut, dinilai sama seperti melacurkan gerakannya sendiri, hingga melanggar prinsip-prinsip organisasi mahasiswa.
"Itu bertentangan dengan komitmen-komitmen yang seolah-olah tidak ada harganya di hadapan mahasiswa maupun teman-teman di luar," tegasnya.
Sebagai informasi, atas tindakan yang dilakukan Hiththan, membuat beberapa anggota BEM KM Unmul juga ikut mundur dari jabatan karena kekecewaannya. Sampai saat ini, belum ada informasi siapa pengganti untuk mengisi jabatan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman selanjutnya.
[RWT]
Related Posts
- Meriah, 3.000 Peserta Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-64 Universitas Mulawarman
- Tiga Perkara Disorot JAMPER, Kejati Kaltim Ungkap Perkembangan Penanganannya
- Kabut Asap Karhutla Picu 113.336 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Balita Ikut Terdampak
- BIFF 2026 Tak Sekadar Panggung Fashion, Dekranasda Bidik UMKM Kaltim Tembus Pasar Global
- BI Kaltim Dorong Digital Farming, Hasil Panen Padi Melonjak Jadi 6,95 Ton per Hektare









