DISKOMINFO BONTANG

Pemkot Bontang Prioritaskan Pendidikan Meski Transfer Daerah Dipangkas

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 20 Mei 2026 18:31
Pemkot Bontang Prioritaskan Pendidikan Meski Transfer Daerah Dipangkas
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, kala menghadiri dialog guru yang diinisiasi PGRI Bontang. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menjaga mutu pendidikan meski di tengah tantangan pemangkasan transfer keuangan daerah.

Hal tersebut disampaikan Neni saat menjadi narasumber utama dalam Dialog Pendidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Rabu (20/5/2026).

Dialog bertema “Turbulensi Fiskal Daerah Menjaga Mutu Pendidikan di Tengah Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah” itu diikuti guru negeri dan swasta. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Jarwoko, serta Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto.

Dalam sambutannya, Neni mengatakan Pemkot Bontang bersama DPRD tetap berkomitmen mengalokasikan anggaran pendidikan melalui APBD Kota Bontang.

“Fiskal Bontang sebelumnya aman-aman saja, namun tekanan fiskal masa kini menjadi keresahan dan kebimbangan bagi sebagian kabupaten/kota. Dalam rangka menyusun APBD, postur dana pendidikan kami prioritaskan, bahkan kami menaikkan insentif bagi guru swasta,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, pemerintah daerah harus bijak menentukan prioritas pembangunan. Ia menegaskan Pemkot Bontang memilih menunda sejumlah proyek infrastruktur fisik yang dinilai belum mendesak demi menjaga standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Neni juga mengungkapkan, tekanan fiskal membuat Pemkot Bontang harus meninjau ulang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal itu menyusul proyeksi penurunan kapasitas fiskal daerah dari Rp3 triliun menjadi Rp1,9 triliun.

Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui pengalokasian stimulus pendidikan berupa beasiswa sebesar Rp10 miliar.

“Program pendidikan yang kita jalankan saat ini berfokus pada peningkatan SDM, peningkatan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur esensial, serta digitalisasi pembelajaran. Tujuannya agar urusan wajib pemerintahan di bidang pendidikan dapat terlaksana secara maksimal di Kota Bontang,” pungkasnya.

[ADV DISKOMINFO BONTANG]



Berita Lainnya