Advertorial

Pulihkan Ekosistem Laut Maratua, PT Berau Coal dan Mitra Lakukan Transplantasi Terumbu Karang

Kaltim Today
06 Mei 2026 17:38
Pulihkan Ekosistem Laut Maratua, PT Berau Coal dan Mitra Lakukan Transplantasi Terumbu Karang
Perwakilan PT Berau Coal, PT Asian Bulk Logistic (ABL), dan komunitas lokal saat melakukan proses transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Maratua, Berau.

Kaltimtoday.co - PT Berau Coal bersama sejumlah mitra kerja dan pemangku kepentingan melakukan aksi nyata menjaga kelestarian laut di Pulau Maratua. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan transplantasi terumbu karang yang berlangsung pada 1–2 Mei 2026 sebagai upaya mempercepat pemulihan ekosistem bawah laut.

Aksi lingkungan ini melibatkan PT Asian Bulk Logistic (ABL), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Komunitas Maratua Peduli Lingkungan (MPL), hingga Pokdarwis Kampung Payung-Payung. Menggunakan metode terumbu buatan, fragmen karang ditempatkan agar dapat berkembang lebih stabil sebagai habitat baru biota laut.

Ketua panitia kegiatan, Farhan Soeprapto, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan sebagai pemegang Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Kegiatan ini juga menjadi kelanjutan dari program konservasi tahun lalu.

“Ini merupakan wujud kepedulian dan sinergi kami sebagai pemegang PKKPRL Laut. Tahun lalu kami telah melakukan penanaman 300 mangrove, dan tahun ini dilanjutkan dengan transplantasi terumbu karang,” ujar Farhan Soeprapto.

Region Head Berau PT Asian Bulk Logistic, Dimas Rinto Prasetyo, menegaskan pihaknya sebagai mitra strategis berkomitmen penuh menjaga laut. Selain transplantasi, ia menekankan pentingnya kegiatan bersih pantai yang dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kesadaran pengunjung.

Kegiatan transplantasi terumbu karang yang berlangsung pada 1–2 Mei 2026 sebagai upaya mempercepat pemulihan ekosistem bawah laut.

"Kami sebagai mitra strategis bersama-sama menjaga laut untuk kelestarian ekosistem. Selain reef stupa, kegiatan bersih pantai ini juga akan menjadi agenda rutin,” kata Dimas Rinto Prasetyo.

Shipping Manager & PJK3L Marine PT Berau Coal, Sandy Santosa, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Ia berharap kolaborasi lintas pihak ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat di masa depan.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan untuk kedua kalinya. Ke depan, kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak,” tutur Sandy Santosa.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Payung-Payung, Ardiansyah, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, keberadaan terumbu karang buatan akan memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun sektor pariwisata di Maratua.

“Kami berterima kasih atas komitmen Berau Coal dan mitra kerja. Semoga keberadaan terumbu karang buatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem laut dan pariwisata di Maratua,” ungkap Ardiansyah.

Melalui sinergi ini, diharapkan keseimbangan ekosistem pesisir tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui potensi perikanan. Keberhasilan transplantasi ini juga menjadi pelindung alami pantai dari ancaman abrasi gelombang laut.

[RWT | ADV]



Berita Lainnya