Advertorial

Kisah Pemuda Berau Sukses Ubah Kakao Jadi Cokelat Kulanta dan Berdayakan Ibu-Ibu

Kaltim Today
17 Juni 2026 18:36
Kisah Pemuda Berau Sukses Ubah Kakao Jadi Cokelat Kulanta dan Berdayakan Ibu-Ibu
Dhea Nurwana Solihin bersama para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok usaha Kulanta. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Di tengah potensi kakao yang berkembang di Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, seorang pemuda bernama Dhea Nurwana Solihin berhasil mengubah komoditas lokal tersebut menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui kelompok usaha Kulanta, ia memberdayakan ibu rumah tangga untuk mengolah kakao menjadi produk bernilai tambah.

Perjalanan Dhea dimulai pada tahun 2019 saat bergabung dalam Program Pejuang Sigap Sejahtera. Kala itu, Kampung Labanan Makarti tengah mengembangkan sektor agribisnis kakao dengan dukungan bibit dari Pemerintah Kabupaten Berau. Melihat potensi tersebut, Dhea berinisiatif mengembangkan pengolahan kakao agar mampu menciptakan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih.

Berangkat dari ide tersebut, Dhea mengajak para perempuan di desanya untuk berdaya melalui pengembangan produk turunan coklat. Pada tahun 2022, lahirlah kelompok usaha Kulanta sebagai ruang bagi ibu rumah tangga untuk belajar dan mengembangkan keterampilan mengolah kakao. Kini Kulanta memberdayakan 15 perempuan yang masih masing merupakan perwakilan dari setiap RT di Labanan Makarti.

“Kenapa perempuan? Karena saya melihat keterlibatan kegiatan di kampung masih banyak didominasi laki-laki. Saya ingin ibu-ibu juga memiliki kesempatan untuk berkembang. Dari situ akhirnya terbentuk Kulanta,” ungkap Dhea.

Perjalanan Kulanta kemudian mendapat dukungan dari PT Berau Coal sejak akhir tahun 2022 melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan tersebut meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana produksi, perbaikan kemasan, studi banding ke Bali dan Yogyakarta, hingga pendampingan pemasaran melalui Rumah Kemas Batiwakkal.

Perjalanan Kulanta kemudian mendapat dukungan dari PT Berau Coal sejak akhir tahun 2022 melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

“Peningkatan kapasitas dari Berau Coal hampir setiap tahun kami dapatkan, kami juga diberikan kesempatan melakukan studi banding ke Bali dan Yogyakarta untuk belajar tentang pengembangan usaha dan strategi pemasaran produk,” ujar Dhea.

Perjalanan usaha Kulanta tidak selalu mudah. Pada awal berdiri, omzet penjualan hanya berkisar Rp1 juta per bulan dan sempat bertahan di angka Rp3 juta selama enam bulan pertama. Namun, berkat peningkatan kualitas produk dan pemasaran yang semakin luas, produk Kulanta kini telah masuk ke berbagai kanal penjualan, seperti minimarket, hotel, dan platform daring.

Produk mereka juga telah tampil dalam berbagai pameran, termasuk Trade Expo Indonesia di Jakarta. Salah satu penghargaan yang Kulanta peroleh adalah Tjipta UMKM Awards Kategori Outstanding UMKM.

“Awalnya omzet kami sekitar Rp1 juta per bulan dan maksimal Rp3 juta selama enam bulan pertama. Setelah mendapatkan pendampingan dari Berau Coal, terutama dalam perbaikan kemasan dan pemasaran, pasar kami semakin luas. Saat ini pendapatan dalam satu tahun hampir mencapai Rp150 juta,” kenang Dhea.

“kami mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada PT Berau Coal, karena telah mendampingi perjalanan Kulanta sampai pada tahap ini” ungkanya.

Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan bahwa pendampingan kepada Kulanta merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Berau untuk mendorong UMKM yang mandiri dan berdaya saing.

“Kisah Mas Dhea dan Cokelat Kulanta menunjukkan bahwa dengan semangat, inovasi, dan pendampingan yang tepat, potensi lokal seperti kakao dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Reza.

Menurut Reza, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan kelompok usaha dalam mendapatkan penguatan kapasitas agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Kami berharap Kulanta dapat menjadi inspirasi bagi kelompok usaha lainnya bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kolaborasi ini antara swasta dengan pemerintah dan masyarakat mendorong terciptanya UMKM yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan,” tutupnya.

[RWT | ADV] 



Berita Lainnya