Advertorial

DPRD Berau Blusukan ke Lokasi PPM Kakao Milik PT Berau Coal, Intip Hilirisasi Bahan Cokelat Andalan Daerah

Kaltim Today
17 Juli 2026 05:18
DPRD Berau Blusukan ke Lokasi PPM Kakao Milik PT Berau Coal, Intip Hilirisasi Bahan Cokelat Andalan Daerah
DPRD Berau ketika menyambangi kebun dampingan PT Berau Coal.

Kaltimtoday.co, Berau – Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau berkunjung ke sejumlah lokasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal, Selasa (14/7/2026).

Blusukan ini untuk melihat secara langsung proses budidaya kakao yang dikelola oleh Berau Cocoa, sebagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Dipimpin Ketua DPRD, Dedy Okto Nooryanto, titik yang dituju oleh rombongan meliputi, Kebun Kakao PT Berau Coal di Kampung Samburakat, Pabrik Berau Cocoa, Politeknik Sinar Mas Berau Coal, serta Rumah Kemas Batiwakkal.

Foto Bersama di Rumah Kemas Batiwakkal

“Tadi kami melihat langsung kebun kakao, dan hasilnya sangat menarik. Kakao yang ditanam juga sangat bagus karena menggunakan bibit unggul. Tak hanya itu, kami juga melihat secara langsung proses pengolahan dari bahan mentah menjadi produk cokelat yang berkualitas tinggi di pasaran," ujar Dedy menceritakan hasil kunjungannya.

Dengan pengelolaan yang sudah sangat baik itu, dia kemudian meminta agar perusahaan bisa terus berkomitmen dalam menjaga arus produksi yang baik selaku pembeli dengan petani lokal sebagai penyedia jasa.

“Kakao adalah komoditi unggulan di Berau, kami minta agar pihak perusahaan bisa konsisten dalam menggerakan perekonomian petani kakao,” pesannya.

Rombongan DPRD Berau saat berkunjung ke sejumlah lokasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal, Selasa (14/7/2026).

Harapan ketua DPRD Berau itu, ditanggapi oleh General Manager Operational Support & Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, yang menjelaskan, jika pengembangan sektor perkebunan, khususnya kakao, adalah fokus program yang terus dijalankan oleh perusahaan.

Baginya, hal itu sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Berau dalam mempersiapkan ekonomi pascatambang sebagai transisi pemasok pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perkebunan dan pertanian.

"Konsentrasi PPM kami berada pada sektor perkebunan. Berau memiliki potensi sumber daya yang sangat baik, dan pengembangan kakao menjadi salah satu sektor unggulan yang terus kami dukung," jelas Cahyo.

Ia memaparkan, saat ini PT Berau Coal telah mendampingi pengembangan kebun kakao baru seluas 788 hektare. Selain itu, perusahaan juga melakukan rehabilitasi sekitar 150 hektare kebun kakao lama yang tersebar di wilayah Suaran, Merasa, dan Kelay.

"Secara keseluruhan, jumlah petani yang kami dampingi mencapai 1.400 orang," tegasnya.

Pernyataan manajemen PT Berau Coal itu, dibenarkan oleh seorang petani Bernama Hamka. Ia mengaku, merasakan manfaat besar dari program pendampingan yang diberikan perusahaan. Tak hanya dari pelatihan melainkan juga hingga bantuan kompos dan bibit unggul.

“Kami mengikuti Sekolah Lapang untuk mempelajari Good Agricultural Practices (GAP). Jadi pendampingannya benar-benar menyeluruh dan kebutuhan kami di kebun terus dipantau," ungkap Hamka.

[ADV]  



Berita Lainnya