Advertorial
Refleksi Dua Tahun Zayed Award, UMKT: Muhammadiyah Konsisten Rawat Persaudaraan Dunia
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dua tahun setelah menerima The Zayed Award for Human Fraternity, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun persaudaraan lintas iman dan bangsa. Penegasan itu diutarakan dalam forum refleksi yang digelar Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Muhammad Musiyam menyebut penghargaan tersebut bukan sekadar capaian prestisius, melainkan pengakuan atas konsistensi gerakan Muhammadiyah di bidang kemanusiaan.
“Ini hari yang membahagiakan bagi keluarga besar Muhammadiyah. Sejak awal berdiri, Muhammadiyah adalah gerakan dakwah dengan misi kemanusiaan yang inklusif,” ujarnya.
Ia menegaskan, visi keutuhan kemanusiaan telah menjadi fondasi organisasi. Sikap toleransi antarumat beragama sudah menjadi prinsip utama gerakan Muhammadiyah. Nilai Islam yang dirumuskan menghadirkan wajah Islam yang otentik dan terbuka, sehingga dapat diterima secara internasional.
The Zayed Award sendiri merupakan penghargaan independen berskala internasional yang diberikan kepada individu atau lembaga yang berkontribusi menjembatani perbedaan dan memperkuat solidaritas global, dengan total hadiah USD 1 juta.
Musiyam menambahkan, pengakuan dunia tersebut harus dijawab dengan langkah konkret, termasuk melalui penguatan peran perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Internasionalisasi Muhammadiyah adalah bagian dari ikhtiar mewujudkan kemanusiaan global. Pendidikan harus hadir sebagai pendidikan etis yang menjawab persoalan moral dan kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltim Siswanto, menilai penghargaan itu menjadi bukti bahwa organisasi Islam Indonesia mampu menjadi rujukan dalam membangun kehidupan damai.
“Penghargaan ini diberikan karena Muhammadiyah dinilai memenuhi kriteria dalam membangun solidaritas, keadilan, dan kehidupan berdampingan lintas latar belakang,” ucapnya.
Ia juga menyoroti berbagai krisis global yang dinilai berakar dari krisis moral manusia. Banyak persoalan dunia, termasuk krisis lingkungan dan konflik kemanusiaan, tidak lepas dari ulah manusia sendiri. Menurutnya, akal dan nilai moral harus menjadi penuntun dalam setiap kebijakan dan tindakan.
“Ketika akal dikalahkan hawa nafsu, manusia ingin menguasai segalanya. Padahal akal diberikan untuk memandu kita menghadirkan dampak yang baik bagi dunia,” tutup Siswanto.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut menghadirkan pembicara nasional Prof. Dr. Franz Magnis Suseno SJ serta Dr. (HC) dr. Sudibyo Markus, MBA, mantan Ketua PP Muhammadiyah periode 2005–2010.
[RWT | ADV]
Related Posts
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Panen Jagung di Program Multi Usaha Kehutanan
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara
- Zairin Zain Divonis 4 Tahun Penjara Kasus DBON Kaltim, Kuasa Hukum Isyaratkan Banding
- Misran Toni Buka Suara Usai Bebas, Mengaku Dipaksa Mengaku sebagai Pembunuh Russel di Muara Kate








