Daerah

Transaksi Tunai Meningkat Jelang Lebaran, Polres Kukar Imbau Waspadai Uang Palsu

Supri Yadha — Kaltim Today 02 Maret 2026 17:42
Transaksi Tunai Meningkat Jelang Lebaran, Polres Kukar Imbau Waspadai Uang Palsu
Ilustrasi. (Pixabay)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Lonjakan kebutuhan uang tunai selama Ramadan hingga mendekati Idulfitri mendorong peningkatan aktivitas transaksi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di tengah tingginya perputaran uang tersebut, Polres Kukar mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dan tidak lengah terhadap potensi peredaran uang palsu.

Kepala Bagian Ops Polres Kukar, Kompol Roganda mengatakan, terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial, guna mencegah warga menjadi korban saat bertransaksi maupun melakukan penukaran uang.

Menurutnya, periode Ramadan hingga menjelang hari raya identik dengan meningkatnya kebutuhan uang tunai, baik untuk belanja kebutuhan pokok, pembayaran zakat, hingga penukaran uang pecahan kecil. Situasi ini dinilai rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Oleh sebab itu, masyarakat tidak boleh sembarangan mengedarkan kembali uang yang dicurigai palsu. Jika menemukan kejanggalan, warga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

“Jika ada yang menemukan atau menerima uang yang diduga palsu, jangan ditransaksikan kembali. Segera laporkan ke kepolisian agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain itu, Roganda mengingatkan, penukaran uang terutama dalam jumlah besar dilakukan di lembaga resmi seperti bank atau penyedia jasa keuangan yang memiliki izin. Langkah ini penting untuk menjamin keamanan dan keaslian uang yang diterima.

“Jika ingin menukarkan uang sebaiknya di tempat resmi supaya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” sambungnya.


Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga diimbau memahami metode sederhana untuk mengenali keaslian uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Cara yang paling umum dikenal adalah metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Dilihat, warna uang asli tampak lebih tajam dan cerah serta tinta tidak mudah luntur saat digosok. Pada pecahan tertentu, terdapat elemen yang dapat berubah warna ketika dilihat dari sudut berbeda.

Diraba, uang asli berbahan dasar serat kapas sehingga terasa lebih kasar. Beberapa bagian seperti angka nominal, gambar utama, serta kode khusus bagi tunanetra memiliki tekstur timbul. Benang pengaman pun tertanam di dalam kertas, bukan sekadar dicetak di permukaan.

Sementara saat diterawang ke arah cahaya, akan terlihat tanda air berupa gambar pahlawan nasional atau ornamen khusus. Logo BI pada sisi depan dan belakang juga akan tampak saling menyatu dengan presisi.

Pemeriksaan tambahan bisa dilakukan menggunakan sinar ultraviolet (UV). Uang asli biasanya menampilkan efek cahaya tertentu, termasuk pada nomor seri, sedangkan uang palsu umumnya tidak menunjukkan reaksi yang sama.

[RWT]



Berita Lainnya