DPRD SAMARINDA

Agus Suwandy Nahkodai IKA Unmul, Dorong Alumni Hasilkan Program Konkret

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 23 September 2026 15:57
Agus Suwandy Nahkodai IKA Unmul, Dorong Alumni Hasilkan Program Konkret
Pelantikan Ikatan Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) periode 2026–2031. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Agus Suwandy resmi menakhodai Ikatan Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) periode 2026–2031. Usai dilantik, Agus langsung meminta jajaran pengurus menyusun program kerja yang konkret dan realistis.

Agus tak ingin kepengurusan baru IKA Unmul berhenti pada agenda organisasi. Sembilan bidang kerja yang ada diminta segera merumuskan minimal satu program prioritas yang bisa dijalankan secara bertahap.

“Tidak perlu muluk-muluk, minimal bisa kolaborasi dengan universitas. Ada harmonisasi yang kita bangun,” tegas Agus pada Rabu (23/09/2026) di GOR 27 September Unmul.

Menurut Agus, kekuatan IKA Unmul terletak pada keberadaan alumni dari berbagai fakultas dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Potensi tersebut perlu disatukan agar organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menghasilkan kerja yang memberi manfaat bagi almamater.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pengurus IKA Unmul dengan IKA fakultas maupun Universitas Mulawarman. Dari kolaborasi tersebut, Agus berharap lahir gagasan dan program yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Kalimantan Timur.

“Semua kolaborasi yang ada, semua IKA fakultas, kita berharap IKA Unmul ini membawa manfaat ke universitas. Ada kerja-kerja yang konstruktif dan gagasan yang bisa kita sumbangkan, sehingga menjadi bagian yang bisa dinilai bermanfaat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji berharap IKA Unmul di bawah kepemimpinan Agus Suwandy dapat ikut mengambil peran dalam menyuarakan kepentingan daerah kepada pemerintah pusat.

Salah satu isu yang menurut Seno perlu mendapat perhatian ialah dana bagi hasil (DBH) sumber daya alam. Ia menyebut Kaltim memberikan kontribusi besar dari pengelolaan sumber daya alam, namun porsi yang kembali ke daerah dinilai masih kecil.

“Kita juga menyetorkan cukup banyak ke pusat, hampir seribu triliun kita setorkan. Nah, kembalinya ke Kaltim untuk pembangunan ini sangat sedikit,” kata Seno.

Menurut Seno, IKA Unmul memiliki kekuatan sumber daya manusia karena dihimpun alumni dari berbagai bidang. Potensi tersebut diharapkan dapat ikut mendukung pemerintah dalam menyuarakan kepentingan Kaltim, termasuk terkait pembagian DBH kepada daerah.

"Suara para alumni Unmul dari berbagai bidang dapat menjadi bagian dari upaya memperjuangkan hak daerah melalui pengembalian DBH," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya