Daerah
Article 33 Hadirkan Project Manager Kaltim Today, Dampingi Pembuatan Kampanye Digital Transisi Batu Bara Berkeadilan yang Berdampak
Kaltimtoday.co, Samarinda - Selama bertahun-tahun, industri batu bara telah membentuk struktur ekonomi, mempengaruhi lingkungan dan menjadi tumpuan lapangan pekerjaan di Kalimantan Timur. Namun seiring pergeseran global menuju sistem energi berkelanjutan, Kaltim perlu mempersiapkan proses transisi batu bara yang dilakukan secara bertahap, terencana, dan berkeadilan.
Menjawab tantangan tersebut, sebanyak 20 anak muda, perwakilan komunitas hingga masyarakat umum yang peduli terhadap isu lingkungan di Kalimantan Timur hadir dalam kegiatan “Training Youth Narrative & Action Camp: Suara Muda untuk Transisi Batubara Berkeadilan” yang berlangsung selama empat hari (10-13 Juli 2026) di Midtown Hotel Samarinda,
Kegiatan ini lahir dari hasil kolaborasi antara Article 33 Indonesia, PPMN, (Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara), dan Yayasan Bumi. Dengan menghadirkan berbagai pembicara dari komunitas dan lembaga sosial masyarakat, seluruh peserta mendapat pengetahuan baru soal transisi batubara berkeadilan dan cara mengemas isu tersebut dalam lingkup kreatif.
Dalam hal ini, mereka mendatangkan Project Manager Kaltim Today, Alisa Deliana dan Inisiatro Komunitas Gab Group, Hasbi Yahya untuk memberikan materi pembuatan konten kampanye sosial digital yang berdampak dalam sesi “Creative Campaign Exploration Every Campaign Starts with a Story” pada Minggu (12/06/26).
Alisa memulai materinya dengan menekankan pentingnya menentukan dan mengenal karakteristik audiens sebelum menyusun strategi kampanye digital.
"Strategi kampanye selalu datang setelah kita punya target audiens yang tepat, setelahnya mengikuti" ungkap Alisa.
Ia melanjutkan, kampanye harus dimulai dengan dengan mempertanyakan siapa audiensnya, di mana mereka berada, dan apa yang mereka percayai. Setelah itu, pilih platform yang sesuai, sesuaikan format konten dengan karakteristik platform tersebut, serta pertimbangkan aspek ancaman dan kekurangannya.
“Gak semua platform punya ekosistem digital yang sama, jadi kita tidak boleh memukul rata format konten yang dibuat dan pemilihan platform juga harus disesuaikan dengan dimana audiens kita berada” jelasnya.
Sementara itu, Hasbi menekankan pentingnya membumikan bahasa dan melibatkan emosi yang berlandaskan fakta dalam membuat kampanye, agar tidak terjebak dalam "the chasm" dalam teori difusi inovasi — sebuah jurang yang kerap membuat sebuah gagasan atau kampanye gagal berkembang meluas.
Menurutnya, sebuah isu biasanya mudah diterima oleh kelompok yang memang sudah familiar dan peduli terhadap isu tersebut. Namun, tantangan sesungguhnya muncul ketika kampanye harus menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas dan baru akan bergerak jika isu tersebut terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
"Banyak kampanye berhenti di jurang ini karena pesannya masih terlalu teknis atau abstrak buat orang kebanyakan, makanya sebisa mungkin kampanye yang dibuat harus awam dan mengambil contoh di sekitar " ujar Hasbi.
Ia menekankan, agar sebuah kampanye bisa "menyeberangi" jurang tersebut, pesan yang disampaikan perlu disederhanakan tanpa kehilangan akurasi faktanya, dikaitkan dengan pengalaman konkret audiens, serta dibungkus dengan pendekatan emosional yang membuat isu transisi batubara berkeadilan terasa dekat dan personal, bukan sekadar wacana kebijakan.
Setelah pemaparan materi, Alisa dan Hasbi mengajak seluruh peserta untuk mempraktikkan penyusunan rencana kampanye digital dan membuat konten sederhana dari rencana tersebut. Mereka berharap setelah kegiatan ini, para peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam merancang strategi komunikasi yang mampu menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus bekal untuk terus menyuarakan isu transisi batubara berkeadilan melalui kanal-kanal digital di lingkungan masing-masing.
Related Posts
- PLN Gelar Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat Aplikasi PLN Mobile
- Fase Pemulihan Banjir, IKEA Salurkan Bantuan untuk 364 Keluarga di Aceh Tamiang
- Kortastipidkor Polri Gandeng Pegadaian hingga FBI Verifikasi Uang Asing dan 74 Kg Emas Sitaan
- Cek Tarif Listrik Terbaru Hari Ini: Berlaku untuk 13 Golongan Non-Subsidi dan Bersubsidi
- Anggaran Terbatas, Kuota Perjalanan Religi Gratis Marbot Kaltim Anjlok dari 870 Jadi 14 Orang









