Advertorial

Atlet Pencak Silat Kecelakaan Usai Latihan, BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Medis hingga Sembuh

Kaltim Today
31 Maret 2026 17:54
Atlet Pencak Silat Kecelakaan Usai Latihan, BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Medis hingga Sembuh
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto (tengah) saat menjenguk Affandi Naufal, atlet pencak silat yang menjalani perawatan medis di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2026).

Kaltimtoday.co - BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada peserta, termasuk di sektor olahraga. Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto mengunjungi Affandi Naufal, atlet pencak silat binaan Satria Muda Indonesia yang tengah menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2026).

Affandi dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat perjalanan pulang usai menjalani latihan di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (22/3/2026). Akibat insiden tersebut, atlet yang telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sejak 2022 ini harus mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Dalam skema penjaminan kecelakaan lalu lintas ganda, biaya perawatan awal ditanggung oleh Jasa Raharja. BPJS Ketenagakerjaan selanjutnya memastikan kelanjutan penjaminan seluruh biaya pengobatan hingga proses pemulihan dinyatakan selesai tanpa batasan plafon.

Harjono Siswanto menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan layanan melalui Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) berjalan optimal, cepat, dan tepat sasaran. Ia menekankan bahwa hal ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh profesi pekerja.

“Kami memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung hingga sembuh. Ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja, termasuk atlet. Kami ingin peserta dan keluarga merasa tenang karena mendapatkan pelayanan terbaik,” ujar Harjono di RS Polri Kramat Jati.

Ayah Affandi, Mujib, menyampaikan rasa syukurnya atas jaminan yang diberikan kepada putranya. Ia mengaku sangat terbantu dengan kepastian pembiayaan yang ditanggung sepenuhnya oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan.

“Biaya pengobatan tentu tidak sedikit. Kami sangat bersyukur karena BPJS Ketenagakerjaan menanggung semuanya. Pelayanannya juga cepat dan sangat membantu kami sebagai keluarga,” ungkap Mujib.

Lebih lanjut, Harjono menegaskan pentingnya jaminan sosial bagi atlet, terutama pada cabang olahraga berisiko tinggi seperti pencak silat. Menurutnya, risiko cedera maupun kecelakaan dapat terjadi kapan saja, baik saat masa latihan maupun ketika pertandingan berlangsung.

Perlindungan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022. Regulasi tersebut mewajibkan pemberian jaminan sosial bagi atlet, pelatih, hingga tenaga keolahragaan, khususnya dalam lingkup kegiatan pelatihan dan kompetisi.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara pihak rumah sakit dan BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyebut proses administrasi dan koordinasi berjalan sangat lancar.

“Kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan berjalan sangat baik. Proses penjaminan cepat dan koordinasi dengan tim medis juga lancar, sehingga pelayanan kepada pasien dapat dilakukan secara maksimal,” kata Prima Heru Yulihartono.

Secara terpisah, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan M. Hasbi Asshiddiqqi menyatakan bahwa perlindungan bagi atlet merupakan pilar penting dalam mendukung kemajuan dunia olahraga nasional. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan para atlet mendapatkan proteksi jaminan sosial.

“BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya untuk pekerja formal, tetapi juga bagi seluruh profesi termasuk atlet yang memiliki risiko tinggi dalam aktivitasnya. Kami mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan para atlet terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga mereka dapat berlatih dan bertanding dengan rasa aman,” tutur Hasbi.

Hasbi menambahkan, pihaknya terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan di berbagai sektor, termasuk olahraga. Langkah ini diambil agar semakin banyak pekerja yang terlindungi secara optimal dari berbagai risiko kerja yang mungkin terjadi di lapangan.

[TOS]



Berita Lainnya