Samarinda

Bangunan Tak Karuan, Kebersihan Diabaikan, Andi Harun Diminta Serius Tangani Pasar Tradisional

Kaltim Today
28 Oktober 2021 19:37
Bangunan Tak Karuan, Kebersihan Diabaikan, Andi Harun Diminta Serius Tangani Pasar Tradisional
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Sutrisno.(Suhardi/Kaltimtoday.co).

Kaltimtoday.co, Samarinda - Sejumlah pasar di Samarinda mulai dari bangunan hingga penataan belum maksimal dikelola dengan baik oleh pihak Pemkot.

Pasalnya, pasar-pasar yang salah satu perangsang perputaran ekonomi masyarakat yang dianggap paling fenomenal pertumbuhan taraf hidup masyarakat itu tampaknya banyak persoalan di dalamnya.

Persoalan itu, lebih banyak terlihat konsep penataan dan pembangunan pasar tidak diperhatikan secara khusus. Hal itu menuai komentar berbagai pelaku pasar hingga Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Sutrisno.

Dia menilai, pasar yang merupakan tempat transaksi jual beli untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat itu, banyak yang terlihat kumuh, sampah dimana-mana bahkan limbahnya dibuang ke sungai maupun ke parit-parit umum.

"Pasar itu perlu perhatian khusus oleh Pemkot Samarinda, karena mereka sudah membayar pajak atau retribusi yang masuk ke kas daerah. Harusnya pembangunan dan fasilitas diperhatikan terutama kebersihannya," ujar Sutrisno, (28/10/2021).

Lebih lanjut dikatakan Sutrisno, dia melihat seperti Pasar Segiri, Pasar Merdeka, Pasar Rahmat, Pasar di Palaran, Pasar Pagi dan pasar lainnya tidak tertata dengan baik, jalan becek, limbah dibuang sembarangan, pemotongan hewan pun terlihat tidak karuan.

"Kewajiban setiap pedagang sudah dibayar harusnya di diurus oleh Pemkot, petakan sempit, kumuh, becek, banjir, konsep bangun harus lebih baik, jangan asal-asalan," tegasnya.

Banyak pasar yang perlu perhatian dari Pemerintah, disebutkan Sutrisno, bahwa mulai dari kebersihan dan penataan petak bagi pedagang belum tertata dengan baik.

"Terlihat tidak layak untuk berjualan, limbahnya juga banyak, pemotongan ayam, ikan menimbulkan bau tidak sedap, kotoran dibuang ke sungai," keselnya.

Menurutnya banyak pasar yang dibangun oleh Pemkot Samarinda hanya menggugurkan kewajiban proyek saja, untuk memenuhi laporan pertanggung jawaban saja, tapi tidak untuk penataan fasilitas dan kebersihan.

"Pertumbuhan  ekonomi yang paling besar itu  di pasar, pemerintah harus memperhatikan sarana prasarana, pembenahan, jangan hanya buat laporan pertanggung jawaban saja tapi kualitas pembangunan diabaikan," terangnya.

Pembangunan sarana dan fasilitas pasar bukan hanya transaksi jual beli saja, tapi pembangunannya juga dikonsep sebagai tempat rekreasi untuk wisatawan, jika tempatnya bersih, penataannya baik, maka dia yakin pertumbuhan ekonomi pasti naik signifikan.

"Tugas Andi Harun harus membenahi itu, konsep pembangunan jangan asal-asalan, nilai estetika tidak ada sama sekali, dibangun fasilitas pasar itu diperlukan kenyamanan saat berkunjung," ucap Sutrisno.

Dia mengharapkan pasar menjadi tulang punggung roda perekonomian warga Samarinda, maka perlu diperhatikan kebersihannya dan penataan, jika tidak penyakit akan timbul di berbagai pasar-pasar, karena sampah, limbah dan   bau tidak sedap masih banyak dirasakan pada pasar-pasar di Kota Tepian ini.

[SDH | NON | ADV DPRD SAMARINDA]

 



Berita Lainnya