Daerah

Masuk Karisma Event Nusantara, Pesta Adat Erau Kukar Digelar 20-27 September 2026

Supri Yadha — Kaltim Today 21 Agustus 2026 18:32
Masuk Karisma Event Nusantara, Pesta Adat Erau Kukar Digelar 20-27 September 2026
Prosesi mengulur naga puncak pesta adat Erau. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kutai Kartanegara (Kukar) kembali bersiap menggelar Festival Budaya Adat Erau. Tahun ini, kemeriahan pesta adat tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan, 20-27 September 2026 mendatang.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Erau 2026 masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Status tersebut diharapkan mampu memperluas promosi Erau hingga ke tingkat internasional dan mendatangkan lebih banyak wisatawan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan, Erau tahun ini mengusung tema “Raja Manunggal Bersama Rakyatnya” atau “Raja Menjamu Rakyatnya”.

Menurutnya, tema tersebut menggambarkan esensi Erau sebagai momentum pertemuan antara Sultan dengan masyarakat Kukar.

“Nah, momen Erau ini adalah pertemuan antara raja itu atau sultan itu dengan rakyatnya. Atau sekarang kita sebut sultan dengan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Heriansyah, Jumat (21/8/2026).

Rangkaian kegiatan tidak hanya berisi prosesi adat yang bersifat sakral. Sejumlah kegiatan seremonial juga disiapkan, di antaranya expo, serta pentas budaya yang digelar di depan Kedaton dan Lapangan Stadion Rondong Demang.

“Pelaksanaannya tanggal 20-27 September. Nah, tanggal 28 itu kita ziarah Kota Tenggarong sekaligus HUT Kota Tenggarong yang ke-242 tahun,” ungkapnya.

Masuknya Erau dalam KEN menjadi salah satu pembeda utama tahun ini. Heriansyah berharap promosi melalui kalender pariwisata nasional tersebut dapat menarik wisatawan dari luar Kalimantan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Kita berharap juga ada pihak-pihak wisatawan mancanegara yang bisa datang menyaksikan Erau ini,” harapnya.

Selain wisatawan, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara juga berencana mengundang kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia untuk menghadiri rangkaian Erau.

“Namun dalam hal ini dari pihak Kesultanan akan mengundang para kesultanan di Nusantara yang sah,” tambahnya.

Terkait kemungkinan kehadiran pejabat pemerintah pusat dalam pembukaan Erau. Heriansyah menyebut, pihaknya masih melakukan persiapan. Pemkab Kukar bersama Sultan akan beraudiensi dengan Kementerian.

“Nanti kita akan coba. Dalam waktu dekat kami akan beraudiensi bersama Pak Bupati dan Ayahanda Sultan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, pelaksanaan Erau 2026 merupakan kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Kementerian Pariwisata. Namun, besaran dukungan dari pemerintah pusat belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyesuaian akibat kebijakan efisiensi.

Sementara itu, Pemkab Kukar tetap menyiapkan anggaran melalui APBD. Tahun ini, mekanisme penganggaran di Disdikbud berbeda karena tidak lagi berbentuk program kegiatan, melainkan hibah kepada Kesultanan.

Heriansyah menyebut, anggaran untuk rangkaian kegiatan sakral sekitar Rp4 miliar. Sementara kegiatan seremonial juga dialokasikan sekitar Rp4 miliar.

Namun, keseluruhan hibah yang berkaitan dengan Erau juga mencakup kebutuhan operasional Kesultanan, termasuk pemeliharaan kedaton.

“Totalnya sekitar Rp15 miliar,” pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya