Daerah
Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur mengungkapkan estimasi kasus tuberkulosis (TBC) di Kaltim pada 2026 mencapai lebih dari 21 ribu kasus. Namun hingga saat ini, cakupan penemuan kasus baru berada di kisaran 15 ribu kasus atau sekitar 56-60 persen dari total estimasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan capaian tersebut masih harus terus ditingkatkan karena pemerintah pusat menetapkan target penemuan kasus TBC sebesar 90 persen.
“Untuk tahun 2026, estimasi kasus TBC di Kalimantan Timur sekitar 21 ribu lebih. Yang sudah bisa kita jangkau saat ini sekitar 15 ribu kasus atau kurang lebih 56 sampai 60 persen,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengejar target tersebut melalui berbagai strategi penemuan kasus di lapangan.
“Ini akan terus kita kejar, karena target nasional itu sebesar 90 persen untuk menjangkau kasusnya,” katanya.
Untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, Dinkes Kaltim saat ini memperkuat strategi active case finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif. Melalui pendekatan tersebut, petugas kesehatan bersama kader di tingkat desa dan posyandu melakukan pelacakan langsung terhadap masyarakat yang berisiko terinfeksi TBC.
Menurut Jaya, kader kesehatan memiliki peran penting dalam menemukan kasus yang belum terdeteksi di fasilitas kesehatan.
“Sekarang kita melakukan active case finding. Kader-kader sampai ke posyandu kita gerakkan untuk mencari masyarakat yang mengalami batuk lama atau yang pernah kontak dengan penderita TBC,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes Kaltim juga menerapkan pelacakan kontak keluarga terhadap setiap pasien yang telah terkonfirmasi TBC. Seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah akan diperiksa guna memastikan tidak ada penularan yang luput dari pengawasan.
“Kalau ada satu orang yang terkonfirmasi TBC, maka seluruh anggota keluarganya akan kita periksa. Yang berisiko akan diberikan terapi pencegahan, sedangkan yang terkonfirmasi sakit akan langsung diobati,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Modernisasi Budidaya Kepiting Soka Kotabaru, PLN UIP KLT Sabet Penghargaan Platinum Anugerah CEPI CSR 2026
- Banmus DPRD Kaltim Belum Jadwalkan Kembali Paripurna Hak Angket
- Diduga Keracunan MBG, 46 Siswa dan Guru SD di Sebulu Dilarikan ke Puskesmas
- Seluruh Kepala Daerah di Kaltim Bakal Temui Menkeu, Bahas Tambahan Dana Transfer ke Daerah
- RUKKI Desak Pemerintah dan Polisi Tindak Streamer Bigmo Soal Promosi Vape Libatkan Anak









