Olahraga

Dipimpin Akhmed Reza Fachlevi, Percasi Kaltim Siapkan Sekolah Catur untuk Cetak Bibit Atlet Berprestasi

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 19 Juli 2026 15:57
Dipimpin Akhmed Reza Fachlevi, Percasi Kaltim Siapkan Sekolah Catur untuk Cetak Bibit Atlet Berprestasi
Musprov Percasi Kaltim. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur mulai mempersiapkan pembentukan Sekolah Catur sebagai pusat pembinaan atlet muda. Program tersebut menjadi salah satu prioritas kepengurusan periode 2026–2030 untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih terarah sekaligus melahirkan pecatur berprestasi dari Benua Etam.

Ketua Percasi Kaltim terpilih, Akhmed Reza Fachlevi, mengatakan konsep sekolah catur telah disusun, bahkan lokasi yang akan digunakan sebagai pusat pembinaan juga telah tersedia. Keberadaan sekolah tersebut diharapkan menjadi wadah bagi atlet usia dini untuk berlatih secara berkesinambungan.

“Kami sudah menyusun konsep sekolah catur, termasuk tempatnya juga sudah tersedia. Nantinya sekolah ini akan menjadi pusat pembinaan bagi bibit-bibit pecatur muda agar mereka mendapatkan latihan yang lebih terarah, berkesinambungan, dan mampu meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional,” ujar Reza.

Menurutnya, pengembangan pembinaan atlet menjadi fokus utama Percasi Kaltim pada periode kepengurusan mendatang. Target tersebut sekaligus menjadi upaya mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi setelah cabang olahraga catur berhasil menyumbangkan medali bagi Kalimantan Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya.

“Kami memiliki target agar prestasi Percasi Kalimantan Timur terus meningkat. Pada PON kemarin kita sudah memberikan kontribusi medali dan ke depan tentu targetnya harus lebih baik lagi,” katanya.

Rencana pembentukan Sekolah Catur mendapat dukungan dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading. Ia menilai keberadaan pusat pembinaan tersebut menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak atlet-atlet potensial.

“Tadi sudah disampaikan akan dibentuk Rumah Catur atau Akademi Catur. Bagi kami ini merupakan langkah yang sangat baik karena menjadi bentuk pembinaan jangka panjang bagi atlet-atlet muda Kalimantan Timur,” ucap Rasman.

Ia menilai pembinaan tidak cukup hanya dilakukan di tingkat provinsi. Karena itu, seluruh pengurus cabang (Pengcab) Percasi di kabupaten dan kota diminta aktif menyelenggarakan kejuaraan secara rutin, terutama bagi kelompok usia dini.

“Pengcab harus rutin menggelar kompetisi, terutama untuk kelompok usia dini. Dari sana akan muncul bibit-bibit atlet yang kemudian diseleksi di tingkat provinsi hingga nasional. Saya yakin potensi atlet catur di Kalimantan Timur sangat banyak, hanya perlu wadah pembinaan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Di sisi lain, Rasman menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi hambatan dalam membina atlet. Menurutnya, organisasi olahraga dituntut lebih kreatif dalam menjalankan program pembinaan, apalagi dukungan masyarakat terhadap olahraga catur dinilai cukup tinggi.

“Efisiensi anggaran jangan menjadi alasan untuk mengurangi pembinaan. Yang diperlukan adalah inovasi dan kreativitas dalam menjalankan program. Saya juga melihat dukungan orang tua terhadap anak-anak yang menekuni olahraga catur cukup besar, sehingga pembinaan tetap bisa berjalan,” pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya