PEMKAB BERAU

Dorong Hilirisasi Komoditas Kakao, Ketua DPRD Berau Apresiasi Kontribusi Dunia Usaha

Kaltim Today
17 Juli 2026 14:54
Dorong Hilirisasi Komoditas Kakao, Ketua DPRD Berau Apresiasi Kontribusi Dunia Usaha
Rombongan DPRD Berau ketika mengunjungi Berau Kokoa-pabrik pengolahan biji kakao belum lama ini. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Peran aktif dunia usaha dalam pengembangan komoditas unggulan daerah seperti biji kakao mengundang perhatian serius dari Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. Pihak legislatif menilai potensi perkebunan lokal tersebut merupakan peluang emas untuk mendongkrak sektor produksi hilirisasi secara masif.

Sebagaimana diketahui, untuk menyukseskan program hilirisasi komoditas utama tersebut, pemerintah daerah saat ini masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran belanja. Oleh sebab itu, diperlukan jalinan kolaborasi dan sinergi yang kuat dengan pihak swasta.

Dedy, dalam kunjungan lapangan ke lokasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal baru-baru ini, menilai bahwa kontribusi dunia usaha merupakan salah satu pintu keluar strategis untuk memajukan ekonomi kerakyatan di sektor UMKM, pertanian, perikanan, serta perkebunan.

“Di Berau banyak perusahaan tambang yang sudah mendistribusikan CSR-nya untuk berbagai kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, salah satunya pengembangan produk UMKM,” ujar Dedy Okto Nooryanto kepada media.

Lebih lanjut, politisi Partai Nasdem itu memaparkan bahwa keseriusan pihak swasta ditunjukkan secara konkret dengan terbangunnya pabrik pengolahan bahan mentah hingga penyediaan galeri penjualan. Salah satu fasilitas yang dinilai representatif adalah Rumah Kemas Batiwakkal yang terletak strategis di pusat kabupaten.

Infrastruktur tersebut memudahkan para wisatawan yang berkunjung ke Berau, baik sebelum menempuh perjalanan maupun selepas berlibur, untuk singgah membeli jajanan produk olahan tangan masyarakat kampung. Rumah kemas tersebut menampung hasil bumi dari berbagai kampung dampingan.

"Harapannya dukungan seperti ini tidak hanya dirasakan masyarakat di lingkar tambang, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Berau," sambung Dedy mengharapkan perluasan cakupan program.

Khusus untuk sektor pengolahan produk olahan cokelat, berdasarkan data resmi yang dipaparkan pihak korporasi, saat ini luas pengembangan lahan kebun kakao baru telah mencapai 788 hektare. Angka tersebut ditopang pula dengan luasan lahan rehabilitasi perkebunan sekitar 150 hektare.

Sebaran wilayah perkebunan kakao potensial ini dilaporkan berada di kawasan Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung, Kampung Merasa, hingga ke Kecamatan Kelay. Secara akumulatif, total keseluruhan jumlah petani yang telah mendapat pendampingan intensif telah menyentuh 1.400 orang.

“Biji fermentasi kakao khas Berau yang sudah diekspor baik dalam maupun luar negeri itu bisa mencapai lima hingga belasan ton. Ini capaian yang luar biasa dan patut untuk terus dikembangkan ke depan,” pungkas Dedy. 

[RWT | ADV PEMKAB BERAU] 



Berita Lainnya