Kaltim
Dorong Penerima Bansos Naik Kelas, Hetifah Minta KPM PKH Manfaatkan Teknologi Digital
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong agar Program Keluarga Harapan (PKH) tidak dipandang sekadar sebagai bantuan sosial, melainkan menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengantarkan keluarga penerima manfaat (KPM) menuju kemandirian dan kesejahteraan.
Hal tersebut disampaikan Hetifah dalam kegiatan "Inovasi Digital untuk Memperkuat Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat PKH" yang berlangsung Selasa (25/8/2026) di Hotel Aston Samarinda, diikuti sekitar 100 pendamping dan relawan PKH dari Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menurut Hetifah, proses pemberdayaan harus diperkuat melalui pendidikan, keterampilan, pendampingan, pengembangan usaha, hingga peningkatan pendapatan.
"PKH bukan sekadar Program Keluarga Harapan, tetapi harus menjadi Program Keluarga Hebat," tegasnya.
Transformasi Digital sebagai Bagian dari Pemberdayaan
Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur ini menilai, transformasi digital harus menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan keluarga PKH. Teknologi dapat membuka akses yang lebih luas terhadap informasi pendidikan, pelatihan, pekerjaan, layanan pemerintah, pemasaran, hingga pengembangan usaha.
"Sebagai contoh pemanfaatan WhatsApp dan media sosial bagi ibu rumah tangga untuk memperluas pemasaran produk, sementara petani, nelayan, peternak, pedagang, maupun pekerja dapat memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi pasar, harga, peluang kerja, pelatihan, serta melakukan transaksi digital," tegasnya.
Windie Karina Farmawati, salah satu narasumber, menekankan pentingnya mengubah cara pandang KPM dari sekadar penerima manfaat menjadi keluarga yang memiliki potensi untuk berkembang.
"Pendampingan harus membantu KPM melihat potensi yang mereka miliki dan mengubah teknologi menjadi alat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi," ujarnya.
Asril dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan data yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Teknologi akan lebih bermanfaat ketika digunakan sesuai kebutuhan masyarakat dan didukung data yang tepat," ujarnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim Fitriansyah menyebut, peningkatan pengetahuan pendamping penting agar teknologi dapat membantu kinerja PKH sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan dan keluarga rentan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai inovasi teknologi penting untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Sebagai penutup, Hetifah menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar transformasi digital benar-benar berdampak bagi keluarga.
"Kita harus memastikan teknologi tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi alat untuk membuat keluarga lebih berdaya, produktif, dan mandiri. Inilah arah PKH yang harus kita perjuangkan," tandas Hetifah.
Related Posts
- Polda Kaltim Tangkap Tiga Tersangka Pembakaran Lahan di Kukar dan Berau
- Hetifah Dorong Guru Madrasah Kuasai AI untuk Pembelajaran dan Karakter
- Karhutla Kaltim Masih Status Siaga Bencana, Pemprov Siapkan BTT Jika Kondisi Memburuk
- Karhutla di Kaltim Meluas hingga 752 Hektare, Berau dan Paser Ajukan Tanggap Darurat
- Jembatan Lembak Akan Ditutup Total, BBPJN Siapkan Jalur Alternatif









