Kaltim

Bupati Kukar Tinjau Jalan Amblas di Dusun Margasari, Imbau Warga Terdampak Mengungsi Sementara

Supri Yadha — Kaltim Today 16 Agustus 2026 21:51
Bupati Kukar Tinjau Jalan Amblas di Dusun Margasari, Imbau Warga Terdampak Mengungsi Sementara
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat meninjau jalan amblas di Desa Jembayan, Loa Kulu. (Supri/Kaltimtoday.co)

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Jalan nasional yang menjadi penghubung Tenggarong-Loa Janan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali amblas. Peristiwa yang terjadi untuk ketiga kalinya ini membuat akses lalu lintas terputus dan warga di sekitar lokasi diminta sementara mengungsi.

Badan jalan yang amblas pada Sabtu (15/8/2026) tersebut kini tidak dapat dilalui. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi dampak kerusakan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri turun langsung meninjau lokasi. Ia mengatakan, dua kejadian sebelumnya di titik tersebut telah mendapat penanganan dari balai.

“Ini merupakan kejadian yang ketiga. Dua kejadian sebelumnya sudah ditangani dengan baik oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional,” kata Aulia.

Menurutnya, tim balai telah berada di lokasi sejak awal kejadian untuk memeriksa kondisi dan menentukan langkah penanganan. Salah satu solusi yang disiapkan adalah pemasangan jembatan Bailey agar akses masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan.

Untuk sementara, arus kendaraan akan dialihkan melalui jalur alternatif. Rekayasa lalu lintas akan dikoordinasikan bersama Polres agar jalur pengalihan dapat digunakan dengan aman.

“Untuk kondisi sekarang, arus lalu lintas akan dialihkan melalui jalur alternatif. Tadi Pak Kades juga sudah menyiapkan alternatif yang nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama teman-teman dari Polres untuk rekayasa lalu lintas,” tuturnya.

Aulia mengatakan kendaraan besar akan diarahkan melalui jalur Tenggarong Seberang-Samarinda. Kebijakan ini dilakukan agar mobilitas kendaraan berat tidak bergantung pada ruas jalan yang terdampak longsor.

“Sekali lagi, kita ingin memastikan aktivitas logistik dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Untuk kendaraan besar, sementara akan dialihkan melalui jalur seberang agar tidak bergantung pada jalur yang terdampak longsor,” jelasnya.

Selain persoalan akses, keselamatan warga di sekitar lokasi menjadi perhatian. Aulia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar jalan amblas untuk sementara meninggalkan rumah dan mengungsi.

Imbauan tersebut disampaikan karena khawatir terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan warga, terutama pada malam hari.

“Sebaiknya mengungsi terlebih dahulu karena kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada malam hari,” tuturnya.

Disisi lain, BBPJN Kaltim juga telah melakukan langkah antisipasi. Alat berat disiapkan untuk merapikan kondisi di sekitar lokasi sekaligus mengurangi potensi terjadinya longsor susulan.

Untuk pemasangan jembatan Bailey, Aulia menyebut prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Namun, penanganan awal sudah mulai dilakukan sejak Jumat (14/8/2026) kemarin.

“Sejak kemarin sampai hari ini, langkah-langkah yang diperlukan sudah mulai dilaksanakan di lokasi ini,” pungkasnya.

[SUP]



Berita Lainnya