Daerah
Dugaan Penolakan Korban Kecelakaan di RSUD IA Moeis, Gabungan Relawan Samarinda Tuntut Penjelasan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Gabungan relawan dari Kecamatan Loa Janan dan Loa Janan Ilir mendatangi RSUD IA Moeis Samarinda. Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan dugaan penolakan penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Ketua Gabungan Relawan Kecamatan Loa Janan dan Loa Janan Ilir, Idi, menyebut aksi ini dipicu oleh insiden kecelakaan di Kilometer 15 pada sore hari sekitar pukul 16.30 Wita. Korban yang mengalami luka serius awalnya dibawa ke RSUD IA Moeis karena merupakan fasilitas medis terdekat.
"Kami mendapat informasi di grup relawan terkait kecelakaan itu. Karena lokasi rumah sakit ini yang terdekat dari zona, korban dibawa ke sini. Tapi terjadi penolakan yang sangat miris," ujar Idi.
Menurut Idi, korban tidak mendapatkan penanganan awal di rumah sakit tersebut. Bahkan, proses evakuasi lanjutan menuju rumah sakit lain terpaksa dilakukan menggunakan kendaraan bak terbuka karena tidak adanya bantuan ambulans dari pihak rumah sakit.
Kondisi korban disebut sangat memprihatinkan karena mengalami luka berat, bahkan dikabarkan hingga putus kaki. Relawan menyayangkan mengapa misi kemanusiaan dan proses rujukan tidak difasilitasi dengan layak oleh pihak rumah sakit.
"Kami berharap, meskipun tidak bisa menangani, setidaknya ada bantuan dalam misi kemanusiaan untuk proses rujukan ke rumah sakit lain," tambah Idi.
Hingga saat ini, pihak relawan mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari manajemen RSUD IA Moeis. Petugas di lapangan meminta para relawan untuk berkoordinasi langsung dengan bagian humas pada jam kerja.
Relawan dijadwalkan kembali mendatangi rumah sakit pada pukul 10.00 Wita untuk melakukan klarifikasi mendalam. Langkah ini diambil guna memastikan apakah rentetan isu penolakan yang beredar di media sosial merupakan fakta atau informasi tidak benar.
"Kami ingin memastikan apakah isu penolakan itu hoaks atau memang terjadi. Selama ini kami sering mengantar korban ke sini, nyatanya ditolak," tegasnya.
Persoalan ini diklaim relawan telah menjadi perhatian mereka selama dua tahun terakhir. Mereka mendesak adanya kejelasan kebijakan dari pihak RSUD IA Moeis terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan korban kecelakaan di wilayah tersebut.
Pihak relawan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat kecepatan penanganan medis sangat menentukan keselamatan nyawa korban kecelakaan di jalan raya.
[RWT]
Related Posts
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa









