Kaltim
Eksepsi Donna Walfiaries Ditolak Hakim, Kasus Suap IUP Kaltim Berlanjut!
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Samarinda menolak eksepsi (keberatan) yang diajukan terdakwa kasus dugaan suap perpanjangan dokumen Izin Usaha Pertambangan (IUP), Dayang Donna Walfiaries Tania. Dengan putusan sela ini, persidangan dipastikan berlanjut ke tahap pembuktian.
Kuasa hukum terdakwa, Hendrik Kusnianto, menyatakan pihaknya menghormati putusan hakim. Kini, fokus tim hukum sepenuhnya beralih pada materi pokok perkara yang akan diuji di persidangan.
"Eksepsi kami ditolak majelis hakim dan akan dipertimbangkan dalam pokok perkara. Kami akan fokus pada pembuktian ke depan," ujar Hendrik usai persidangan, Kamis (19/2/2026).
Hendrik menegaskan bahwa tim penasihat hukum telah membedah berkas perkara secara mendalam. Mereka menyatakan siap menguji keterangan para saksi yang nantinya akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.
"Kami sudah mengetahui materi perkara, sehingga siap menguji saksi-saksi yang diajukan. Kami juga akan menghadirkan saksi yang meringankan (a de charge) bagi terdakwa," jelasnya.
Tim hukum mengaku telah menyiapkan poin-poin krusial yang akan ditekankan kepada majelis hakim saat pemeriksaan pokok perkara dimulai.
Kasus yang menyeret Donna ini dijadwalkan kembali bergulir pada 25 Februari mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
Sebelumnya, Jaksa KPK mendakwa Donna dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia diduga terlibat dalam praktik suap terkait pengurusan perpanjangan dokumen tambang di Kalimantan Timur.
[TOS]
Related Posts
- Boyong 58 Peserta ke Toraja Utara, PKBGT Klasis Kaltimteng Targetkan Hasil Terbaik di Prawira PKBGT 2026
- Dorong Hilirisasi dan Energi, MIF 2026 Gaet Potensi Investasi Rp 32,7 Triliun di Kaltim
- Toyota Luncurkan Kijang Innova Zenix Berteknologi T Intouch di Samarinda
- Soroti Antrean BBM di SPBU Setiap Hari, DPRD Kukar Bakal Telusuri Dugaan Penyelewengan
- Pemprov Kaltim Usulkan Karhutla Bencana Nasional, Bupati Kukar Harap Penanganan Lebih Masif









