PT PLN (PERSERO)

Gelar Groundbreaking, PLTA Batoq Kelo 300 MW Siap Pasok Energi Bersih di Kaltim

Kaltim Today
26 Mei 2026 19:58
Gelar Groundbreaking, PLTA Batoq Kelo 300 MW Siap Pasok Energi Bersih di Kaltim
Pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan di Kabupaten Mahakam Ulu ini ditujukan untuk memperkuat pasokan listrik bersih di sistem interkoneksi Kalimantan. (Foto: Dok. PLN UIP KLT)

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) menyambut positif pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 Mega Watt (MW) di Kalimantan Timur, Senin (25/5/2026). Kehadiran infrastruktur hijau ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan listrik yang bersih, andal, dan berkelanjutan di sistem kelistrikan Kalimantan.

PLTA Batoq Kelo 300 MW dikembangkan oleh PT Tujuan Mulia Makmur (PT TMM) melalui kerja sama dengan PLN. Berdasarkan rencana taktis operasional, PLTA ini memanfaatkan potensi aliran Sungai Bo yang merupakan anak Sungai Mahakam, dengan cakupan daerah tangkapan air (catchment area) mencapai 5.756,2 kilometer persegi.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengapresiasi penuh dimulainya pembangunan proyek ramah lingkungan tersebut. Ia menilai proyek ini memiliki peran krusial dalam mendukung akselerasi agenda transisi energi nasional, memperkuat kemandirian energi, serta mempercepat target Net Zero Emission(NZE) pada 2060.

“Indonesia harus menuju kemandirian energi dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam kita sendiri, termasuk tenaga air. Proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga membawa kita melangkah lebih cepat menuju bebas emisi,” ujar Hashim.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa Kaltim memiliki kelimpahan modal alam, kemajuan ekonomi, serta semangat masyarakat yang luar biasa untuk menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

“Tepat satu tahun lalu kita menandatangani PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik), sekarang kita sudah melakukan groundbreaking dan pembangunannya akan dipercepat. Ini menandakan jika semua pihak solid dalam satu barisan, tantangan seberat apa pun bisa dilewati dengan cepat,” ungkap Darmawan.

Darmawan menambahkan, megaproyek ini menjadi bukti pergeseran peran PLN dalam pembangunan nasional. Jika dulu PLN berfokus pada penjualan listrik dan meminimalkan biaya, kini korporasi negara tersebut memosisikan diri sebagai dirigen (orchestrator) bagi pertumbuhan hijau dan digital di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa aspek terpenting dari pembangunan PLTA Batoq Kelo ini adalah pemerataan asas manfaat, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu.

“PLTA Batoq Kelo 300 MW ini bukan hanya proyek listrik biasa, melainkan proyek masa depan. Kami berharap kehadirannya tidak hanya melahirkan daya listrik, tetapi juga menjadi pemantik harapan dan kesejahteraan baru bagi masyarakat Mahakam Ulu,” tutur Rudy.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh penyaluran daya dari PLTA ini. Menurutnya, integrasi energi bersih ke dalam sistem interkoneksi Kalimantan memerlukan kesiapan infrastruktur jaringan transmisi serta gardu induk yang tangguh di lapangan.

“Kami menyambut baik penguatan ekosistem energi bersih ini. Tugas PLN UIP KLT adalah memastikan keandalan sistem penyaluran melalui pembangunan jaringan transmisi yang kuat, sehingga pasokan listrik dari PLTA Batoq Kelo nantinya dapat terserap secara optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkas Basuki.

[TOS]



Berita Lainnya