Daerah
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tetap Ngantor Saat Demo Besok, Temui Demonstran Lihat Situasi
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memastikan seluruh jajaran pemerintah provinsi akan tetap berkantor seperti biasa saat aksi demonstrasi berlangsung besok, Selasa (21/4). Pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal di tengah rencana pergerakan massa tersebut.
Rudy menjelaskan bahwa aktivitas pemerintahan tidak akan terganggu oleh agenda penyampaian pendapat di muka umum. Ia menegaskan telah melakukan koordinasi internal, termasuk menggelar rapat dan briefing rutin setibanya dari Jakarta.
Fokus kerja pemerintah saat ini tetap tertuju pada percepatan realisasi belanja daerah dan pelaksanaan APBD. Rudy menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan minimum agar hak-hak masyarakat tetap terpenuhi meski ada dinamika di lapangan.
Terkait kehadiran pejabat di hari aksi, Rudy menjamin seluruh unsur pimpinan akan tetap berada di tempat tugas. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyatakan terbuka untuk menerima perwakilan massa guna mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
Namun, mengenai kemungkinan dirinya akan menemui langsung para demonstran secara tatap muka, Rudy menyebut hal tersebut sangat bergantung pada perkembangan kondisi keamanan dan situasi terkini di lokasi.
"Tergantung, kita lihat dulu ya. Yang jelas kami semua Forkopimda akan berkantor besok," ujar Rudy Mas'ud saat memberikan penjelasan kepada media di Samarinda, Senin (20/4).
Pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim terus memantau situasi guna memastikan aksi besok berjalan kondusif. Pihaknya berharap penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib sesuai aturan yang berlaku.
[TOS]
Related Posts
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- Kejati Kaltim Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pertambangan CV ABI
- HPKR Samarinda Soroti Lambannya Perizinan Reklame, Kendala Utama Disebut Ada di Aspek Teknis
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung









