DISDIKBUD BONTANG

Guru Makin Tertekan, PGRI Usulkan Badan Guru Nasional

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 06 Mei 2026 14:20
Guru Makin Tertekan, PGRI Usulkan Badan Guru Nasional
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menyebut tantangan jadi guru kini semakin berat akibat minimnya kesejahteraan dan potensi dilaporkan. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyoroti semakin beratnya tantangan profesi guru di Indonesia. Selain persoalan kesejahteraan yang belum merata, guru kini juga menghadapi tekanan sosial akibat maraknya pelaporan melalui media sosial.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang yang juga Ketua PGRI Bontang, Saparuddin, mengatakan kondisi tersebut membuat profesi guru tidak lagi dipandang semenjanjikan dulu.

“Sekarang jadi guru makin sulit. Ada apa-apa, masuk media sosial, sedikit-sedikit dilaporkan,” ujarnya.

Menurutnya, situasi itu menimbulkan rasa khawatir di kalangan tenaga pendidik. Di sisi lain, kesejahteraan guru di sejumlah daerah juga dinilai masih belum layak sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya minat masyarakat menjadi guru.

“Kalau dulu profesi guru masih dianggap menjanjikan, sekarang tidak lagi. Gaji enggak seberapa, risiko tinggi,” katanya.

Saparuddin menjelaskan, persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam konferensi kerja nasional PGRI. Dari hasil pertemuan itu, PGRI mendorong pemerintah pusat segera membuat regulasi perlindungan guru.

“Ada dua yang kami dorong. Pertama, pemerintah segera membuat undang-undang perlindungan guru,” jelasnya.

Selain itu, PGRI juga mengusulkan pembentukan badan guru nasional agar profesi guru memiliki wadah yang lebih kuat dan terorganisasi.

“Yang kedua, ada badan guru nasional agar memang profesi guru ini terwadahi,” tambahnya.

Meski demikian, ia menyebut minat menjadi guru di Bontang masih relatif tinggi dibanding sejumlah daerah lain. Hal itu dipengaruhi kesejahteraan guru di Bontang yang dinilai masih cukup baik, terutama bagi guru yang telah memiliki sertifikasi.

“Kalau di Bontang masih lumayan. Ada guru yang penghasilannya di atas UMR,” pungkasnya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya