Ekonomi dan Bisnis

Jangan Cuma Dihabiskan! Ini 4 Strategi 'Smart Money' Agar THR Tetap Produktif

B-Network — Kaltim Today 18 Maret 2026 10:33
Jangan Cuma Dihabiskan! Ini 4 Strategi 'Smart Money' Agar THR Tetap Produktif
Ilustrasi THR.

Kaltimtoday.co - Masyarakat diingatkan untuk mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) secara bijak di tengah meningkatnya tren konsumsi menjelang Lebaran. Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menekankan bahwa momentum THR seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat kondisi finansial melalui strategi smart money.

Menurut Sergio, smart money bukan berarti menahan diri untuk menikmati Lebaran, melainkan memastikan sebagian uang tetap bekerja untuk masa depan. Ia membagikan empat langkah praktis agar dana THR tidak habis begitu saja tanpa manfaat jangka panjang.

Pertama, memperkuat dana darurat. Sergio menyarankan alokasi sekitar 20-30% dari THR untuk cadangan likuid. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas finansial sepanjang tahun agar masyarakat tidak perlu berutang saat menghadapi kebutuhan mendesak.

Kedua, investasi berbasis keyakinan (conviction). Keputusan investasi harus didasarkan pada analisis yang matang, bukan sekadar mengikuti tren atau rasa takut tertinggal (fear of missing out/FOMO). "Investor sehat tahu alasan memilih instrumen tertentu," tegas Sergio, Selasa (17/3/2026).

Ketiga, meningkatkan literasi keuangan. Pemahaman yang mendalam terhadap instrumen investasi dinilai sangat penting. Semakin tinggi tingkat literasi seseorang, maka keputusan finansial yang diambil akan semakin rasional dan penuh percaya diri.

Keempat, memaksimalkan produktivitas dana melalui instrumen yang tepat. Salah satu caranya adalah memanfaatkan rekening dana nasabah yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibanding tabungan konvensional, seperti fitur xRDN pada aplikasi IPOT yang memberikan imbal hasil sekitar 2% per tahun.

Dengan menerapkan empat langkah tersebut, dana THR tidak hanya tersimpan, tetapi juga berkembang secara produktif. Strategi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi perilaku konsumtif sekaligus membangun aset untuk kebutuhan setelah libur Lebaran selesai.

[TOS]



Berita Lainnya