Daerah

Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Puluhan Loket Pelayanan di MPP Samarinda Terpantau Masih Kosong

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 25 Maret 2026 18:44
Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Puluhan Loket Pelayanan di MPP Samarinda Terpantau Masih Kosong
Sejumlah loket pelayanan di Mal Pelayanan Publik Kota Samarinda, terpantau masih belum kembali normal beraktivitas pasca libur lebaran. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Samarinda terpantau belum sepenuhnya kembali normal pada Rabu (25/3/2026) pasca libur lebaran. Meski sudah memasuki hari kerja, suasana di lokasi menunjukkan bahwa aktivitas pelayanan belum berjalan maksimal seperti biasanya karena masih banyak area yang nampak lengang.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, belum semua instansi mengaktifkan meja layanannya secara maksimal. Dari sekian banyak pilihan layanan, hanya ada tiga instansi yang mencatatkan jumlah antrean cukup mencolok. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menempati urutan teratas dengan 30 antrean, disusul oleh BPJS Kesehatan dengan 24 antrean, dan Dinas Sosial dengan 12 antrean. 

Selain ketiga instansi tersebut, beberapa loket lain seperti Samsat, DPMPTSP, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas PUPR dan Pertanahan, serta KPP Pratama sebenarnya sudah mulai beroperasi, namun dengan volume antrean yang tergolong sepi. Sementara itu, puluhan loket lainnya justru terpantau tidak memiliki antrean hingga nihil petugas.

Menanggapi fenomena kosongnya sejumlah loket tersebut, Koordinator Pelayanan MPP Kota Samarinda, Binti Isni Khuriyah, angkat bicara. Menurutnya, layanan yang berada di bawah wewenang Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagian besar sudah berjalan sesuai dengan surat edaran yang berlaku. 

"Layanan lantai satu itu adalah layanan utama dari DPMPTSP. Semua loketnya sudah buka semua mulai hari ini," ujar Binti saat dikonfirmasi

Binti menjelaskan bahwa mayoritas kekosongan terjadi di lantai dua, yang didominasi oleh instansi vertikal atau lembaga di bawah kementerian. 

"Layanan yang tidak hadir ini kebetulan memang layanan-layanan yang minim pengunjung atau minim dibutuhkan oleh masyarakat seperti kejaksaan dan pengadilan agama. Mereka di hari pertama ini kebetulan ada agenda di instansinya masing-masing," ungkapnya.

Penurunan aktivitas ini juga terlihat dari statistik pengunjung yang merosot tajam dibanding hari biasa. Jika biasanya MPP bisa melayani hingga 300 orang per hari, pada hari pertama kerja pasca libur lebaran ini jumlahnya tidak sampai 100 orang.

"Mungkin juga masyarakat masih banyak yang menggunakan waktu ini untuk bersilaturahmi atau masih di luar daerah," tambah Binti. 

Pihaknya pun berencana akan melakukan komunikasi lebih intens dengan koordinator loket pada hari kedua untuk memastikan seluruh layanan kembali aktif 100 persen sesuai jadwal.

[RWT]



Berita Lainnya