Ekonomi dan Bisnis

IHSG Hari Ini Anjlok Nyaris 2 Persen ke Level 5.873, Rupiah Tembus Rp 18.027

Network — Kaltim Today 08 Juli 2026 18:20
IHSG Hari Ini Anjlok Nyaris 2 Persen ke Level 5.873, Rupiah Tembus Rp 18.027
Ilustrasi. (Pixabay)

Kaltimtoday.co - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Rabu (8/7/2026). Pelemahan indeks bursa domestik ini berjalan sejalan dengan depresiasi mata uang rupiah yang kembali terpuruk hingga menembus level Rp 18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok sebesar 107,41 poin atau 1,89 persen ke level 5.873. Indeks saham dibuka pada level 5.984, sempat mencapai posisi tertinggi di angka 5.984, dan meluncur ke level terendah sepanjang hari di posisi 5.872.

Data BEI mencatat sebanyak 482 saham bergerak melemah, sedangkan 191 saham berhasil menguat, dan 116 saham lainnya ditutup tidak mengalami perubahan. Total volume transaksi saham hari ini mencapai 21,63 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 10,22 triliun.

Pada saat yang sama, kurs spot rupiah tercatat melemah sebesar 34,5 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 18.027 per dolar AS. Sementara itu, Bloomberg Dollar Index mencatat rupiah mengalami depresiasi sebanyak 34 poin atau 0,19 persen menjadi Rp 18.014 per dolar AS.

Dari 11 indeks sektoral yang melantai di bursa, hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau dengan mencatatkan kenaikan sebesar 1 persen. Sebanyak 10 sektor lainnya ikut terkoreksi secara massal seiring dengan kejatuhan IHSG pada perdagangan hari ini.

Pelemahan terdalam dialami oleh sektor barang baku yang merosot hingga 4,35 persen. Tren negatif ini disusul oleh sektor properti yang melemah sebesar 2,68 persen serta sektor barang konsumen siklikal yang turun 2,50 persen.

Di jajaran saham unggulan LQ45, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan penguatan terbesar setelah melonjak sebanyak 4 persen. Posisi penguatan berikutnya ditempati oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang naik 3,87 persen dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang menguat 1,93 persen.

Sebaliknya, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menjadi penekan utama indeks di jajaran LQ45 setelah anjlok sebesar 6,58 persen. Pelemahan signifikan juga dialami oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 6,27 persen serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi 5,90 persen. 

[RWT] 



Berita Lainnya