Daerah
Transparansi Jadi Prioritas, KONI Kaltim Bangun Sistem Keuangan Digital
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim periode 2026–2030 berencana membuka ruang pengawasan penggunaan anggaran kepada atlet melalui sistem pengelolaan keuangan berbasis digital yang tengah disiapkan.
Ketua Umum KONI Kaltim, H Anderiy Syachrum, mengatakan sistem tersebut dirancang agar atlet dapat mengetahui besaran bantuan yang diterima cabang olahraganya beserta alokasi penggunaannya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat transparansi sekaligus mendorong pengawasan dari internal masing-masing cabang olahraga.
"Kalau ada penggunaan yang tidak sesuai, atlet bisa langsung menyampaikan kepada pengurus maupun pelatih. Jadi pengawasannya tidak hanya dari KONI, tetapi juga dari internal cabang olahraga sendiri," kata Anderiy.
Menurutnya, sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola organisasi yang mulai dilakukan setelah kepengurusan baru resmi dilantik. Selain mempermudah administrasi, platform tersebut juga disiapkan sebagai instrumen pengawasan terhadap penggunaan anggaran pembinaan olahraga.
Menurut Anderiy, keseimbangan antara keterbukaan dan perlindungan data menjadi prinsip utama dalam pengembangan sistem tersebut. Ia berharap digitalisasi tata kelola organisasi mampu meningkatkan kepercayaan atlet dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pengelolaan KONI Kaltim.
Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listyono, menambahkan pengembangan sistem dilakukan sebagai tindak lanjut arahan ketua umum agar pengelolaan keuangan organisasi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.
"Ketua umum meminta seluruh pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel. Itu menjadi arah pembenahan yang sedang kami kerjakan," ujarnya.
Nidya menjelaskan, aplikasi tersebut nantinya memungkinkan setiap cabang olahraga mengelola administrasi keuangannya secara mandiri sekaligus memantau setiap transaksi yang dilakukan. Dengan begitu, potensi penyimpangan anggaran diharapkan dapat terdeteksi lebih dini.
Meski membuka akses pengawasan kepada atlet, KONI Kaltim memastikan sistem tetap menerapkan pembatasan akses. Setiap cabang olahraga hanya dapat melihat data keuangan miliknya sendiri sehingga informasi anggaran cabang olahraga lain tetap bersifat tertutup.
Sistem pengelolaan keuangan berbasis digital itu saat ini masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan diluncurkan setelah proses pembenahan organisasi selesai.
[RWT]
Related Posts
- Operasional Sekretariat Dewan Terpangkas 80 Persen, Fungsi Legislatif Terancam Tak Berjalan Maksimal
- Modernisasi Budidaya Kepiting Soka Kotabaru, PLN UIP KLT Sabet Penghargaan Platinum Anugerah CEPI CSR 2026
- Banmus DPRD Kaltim Belum Jadwalkan Kembali Paripurna Hak Angket
- Diduga Keracunan MBG, 46 Siswa dan Guru SD di Sebulu Dilarikan ke Puskesmas
- Seluruh Kepala Daerah di Kaltim Bakal Temui Menkeu, Bahas Tambahan Dana Transfer ke Daerah









