Kutim

Kasus Terus Bertambah, Pengadaan Vaksin Covid-19 Tunggu Arahan Pusat

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kutai Timur (Kutim) masih terus mengalami penambahan yang cukup signifikan.

Beragam upaya pun terus dilakukan tim Satgas Covid-19 dan Pemerintah Kutim untuk menekan pertumbuhan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga:  Permintaan Keluarga, Direktur RSUD Kudungga Diterbangkan dengan Helikopter ke Balikpapan

Penertiban di tempat-tempat keramaian dan tempat berkumpul warga, sosialisasi penggunaan masker serta penyediaan rumah karantina di salah satu hotel di Sangatta pun sudah lama berjalan.  Termasuk rencana pengadaan vaksin Covid-19 yang sedang digalakkan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal mengakui, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat untuk mengadakan vaksin Covid-19.  Sehingga, untuk tahun 2020 ini, pihaknya belum bisa menganggarkan untuk pembelian vaksin tersebut.

“Memang, menurut informasi dilaksanakan November 2020 ini. Tapi kami belum mendapat informasi jelas dan arahan dari pemerintah pusat. Sehingga belum kami anggarkan di perubahan 2020 ini,” ungkap Bahrani.

Kemungkinan, lanjut Bahrani, 2021 mendatang. Tapi itu pun diutamakan untuk tenaga medis, terutama mereka yang sehari-hari bergelut dengan pasien Covid-19.

Selain, TNI /Polri, sebagai personel pengamanan di wilayah Kutim.

“Tidak semua, kami pasti prioritaskan dulu tenaga kesehatan dan TNI/Polri yang berjaga dan kerap berinteraksi dengan masyarakat,” kata Bahrani.

Baca juga:  KPU Kutim Gelar Simulasi Proses Pemilihan dengan Protokol Kesehatan

Bahrani pun berharap, dengan adanya vaksin, pandemi corona ini segera berakhir. Sehingga, semua aktifitas masyarakat, perekonomian serta usaha bisa normal kembali.

“Kami berharap pandemi ini segera berakhir agar masyarakat pun tidak dihantui kecemasan akan terpapar virus tersebut,” tutupnya.

[El | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker