banner

Kebakaran di Tenggarong Telan Korban Jiwa, Bupati Kukar Sampaikan Belasungkawa dan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Supri Yadha — Kaltim Today 14 Oktober 2026 16:19
Kebakaran di Tenggarong Telan Korban Jiwa, Bupati Kukar Sampaikan Belasungkawa dan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. 

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong menelan korban. Dua anak ditemukan meninggal dunia dan seorang warga mengalami luka bakar.

Peristiwa tersebut juga menghanguskan 11 rumah warga di RT 61 dan RT 26, Selasa (13/10/2026) malam.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi sekitar pukul 23.50 Wita tersebut.

Ia mengaku prihatin karena kebakaran itu merenggut nyawa dua anak berusia 7 tahun dan 3 tahun.

Selain korban meninggal dunia, orang tua kedua anak tersebut mengalami luka bakar hingga 75 persen dan dijadwalkan menjalani operasi di Rumah Sakit AM Parikesit pada Rabu (14/10/2026) pagi.

“Kami sangat prihatin dan turut berduka atas kejadian ini,” kata Aulia, Rabu (14/10/2026).

Aulia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan dengan memastikan sumber api telah padam sebelum tidur serta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk memastikan api yang ada di dapur sudah padam pada saat kita mau tidur” pesannya.

Aulia juga mengingatkan warga agar mematikan aliran listrik saat meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama guna mengantisipasi potensi korsleting listrik.

“Listrik-listrik yang tidak termanfaatkan bisa kita matikan, tidak ada yang tercolok dan lain sebagainya yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk menyusun langkah penanganan bagi warga terdampak. Penanganan tersebut mencakup strategi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Untuk jangka pendek, lanjut Aulia, berupaya memastikan aktivitas sehari-hari warga terdampak tetap berjalan. Salah satu perhatian yang diberikan ialah kebutuhan pendidikan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran.

“Bagi anak-anak yang bersekolah dan tidak memiliki seragam sekolah, nanti kita upayakan untuk mengadakan itu dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” tandasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR] 



Berita Lainnya