Nasional

Kemenag Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadan 2026 di 96 Titik, Hasilnya Dibahas dalam Sidang Isbat

Network — Kaltim Today 07 Februari 2026 10:45
Kemenag Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadan 2026 di 96 Titik, Hasilnya Dibahas dalam Sidang Isbat
Ilustrasi. (Kemenag)

Kaltimtoday.co - Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan pemantauan hilal atau rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. Pengamatan bulan sabit muda tersebut akan dilakukan serentak di 96 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan utama dalam sidang isbat yang digelar pada hari yang sama. Sidang ini bertujuan menetapkan secara resmi awal bulan Ramadan bagi umat Islam di Indonesia.

Menurutnya, sidang isbat menjadi forum penting yang menggabungkan pendekatan ilmiah melalui perhitungan astronomi (hisab) dengan hasil pengamatan langsung di lapangan (rukyat). Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan keputusan penetapan awal Ramadan dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai unsur terkait.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi bulan menjelang Ramadan diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB. Namun, saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal diprediksi masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar antara minus 2 derajat hingga minus 1 derajat.

Selain itu, nilai elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari juga diperkirakan belum memenuhi batas minimal visibilitas hilal yang ditetapkan negara-negara anggota MABIMS, yakni ketinggian bulan minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan kondisi tersebut, secara perhitungan astronomi, hilal diperkirakan belum dapat terlihat pada tanggal pengamatan tersebut. Meski demikian, pemerintah tetap menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan sebelum mengambil keputusan resmi.

Abu Rokhmad menambahkan, keputusan awal Ramadan akan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers setelah sidang isbat selesai dilaksanakan, sehingga masyarakat memperoleh kepastian waktu dimulainya ibadah puasa secara nasional. 

[RWT] 



Berita Lainnya