Daerah

Baznas Kaltim Distribusikan 5.000 Paket Ramadan Bahagia, Sasar Warga Kurang Mampu hingga ke Daerah IKN

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 17 Maret 2026 16:56
Baznas Kaltim Distribusikan 5.000 Paket Ramadan Bahagia, Sasar Warga Kurang Mampu hingga ke Daerah IKN
Kepala Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan sebanyak 5.000 paket “Ramadan Bahagia” kepada masyarakat yang membutuhkan selama bulan suci Ramadan.

Kepala Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya Baznas dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.

“Total ada 5.000 paket Ramadan Bahagia yang kami siapkan tahun ini. Sebanyak 1.500 paket di antaranya kami distribusikan ke Baznas kabupaten dan kota, masing-masing menerima sekitar 150 paket,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah daerah bahkan mendapatkan tambahan bantuan karena kondisi tertentu. Seperti di Kabupaten Paser yang menerima tambahan paket akibat adanya musibah kebakaran. Selain itu, penyaluran bantuan juga menjangkau wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Penajam Paser Utara.

Tak hanya melalui Baznas daerah, paket bantuan juga disalurkan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi. OPD yang telah menyalurkan zakat melalui Baznas masing-masing menerima 25 paket untuk dibagikan kepada pegawai yang membutuhkan maupun masyarakat sekitar.

“Dalam praktiknya, ada OPD yang mengajukan tambahan paket, bahkan hingga ratusan paket, karena banyaknya kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Selain program pembagian paket Ramadan, Baznas Kaltim juga menggelar santunan bagi anak yatim. Sebanyak 200 anak yatim menerima bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu per orang, serta bingkisan tambahan.

Di sisi lain, Ahmad Nabhan mengungkapkan bahwa penghimpunan dana zakat di Kaltim mengalami peningkatan signifikan setelah adanya imbauan dari Gubernur kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyalurkan zakat melalui Baznas.

“Pendapatan kami meningkat dari sekitar ratusan juta per bulan menjadi Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulan sejak Juli. Ini tentu sangat membantu dalam memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat,” ungkapnya.

[RWT]



Berita Lainnya