Advertorial

Kendalikan Inflasi Selama Ramadan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Gandeng 1.230 Ulama, Dai, dan Penyuluh Agama

Gubernur Isran Noor Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Setinggi-tingginya Selama Ramadan dan Idulfitri

Kaltim Today
29 Maret 2023 07:40
Kendalikan Inflasi Selama Ramadan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Gandeng 1.230 Ulama, Dai, dan Penyuluh Agama
Gubernur Isran Noor memberikan bantuan saat membuka acara Ulama Peduli Inflasi yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim. (Bank Indonesia Kaltim)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Selama Ramadan, tingkat konsumsi masyarakat mengalami lonjakan drastis. Hal ini bisa berdampak terhadap kenaikan inflasi. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur mengambil inisiatif untuk membantu pengendalian inflasi. Caranya dengan melibatkan ulama, dai dan penyuluh agama. Program pengendalian inflasi selama Ramadan ini diberi nama “Ulama Peduli Inflasi”.

“Seumur-umur hidup saya, baru ini ada namanya ulama peduli inflasi,” kata Gubernur Isran Noor membuka acara yang digelar di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Selasa (28/3/2023) tersebut.

Isran Noor mengapresiasi inisiatif Kantor Perwakilan BI Kaltim tersebut, meski menurutnya gagasan ini sebenarnya sudah terlambat.

“Sebenarnya ini terlambat. Tapi tidak apa-apa, bagus saja. Lebih baik terlambat, dari pada tidak sama sekali. Tapi di nusantara, ini baru ada di sini. Ini yang pertama. Terima kasih BI dan para ulama, dai dan penyuluh agama,” puji Isran Noor.

Dalam kesempatan itu, Isran Noor mengaku sangat terkesan saat mendengarkan tausiah singkat yang disampaikan Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid yang mengisahkan cara sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Usman bin Affan.

Dalam ceramah KH Muhammad Rasyid, Usman dikisahkan menyelesaikan masalah harga beli air bersih yang mahal di Kota Madinah. Caranya, dengan membeli separuh persediaan air bersih dengan harga tinggi yang dijual oleh sang penjual, dan lalu membaginya kepada masyarakat. Beberapa waktu selanjutnya, ketika warga sudah memiliki cadangan air yang cukup, lalu si penjual dengan terpaksa harus menjual air bersihnya dengan harga yang rendah agar laku terjual kembali.

“Ternyata di zaman Rasulullah, masalah inflasi ini sudah dibicarakan. Ternyata ada keterlibatan ulama. Saya juga baru tahu dari tausiah KH Muhammad Rasyid tadi,” ucap Isran Noor.

Isran Noor mengimbau agar pedagang tidak memanfaatkan momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri dengan menaikkan harga setinggi-tingginya.

Demikian pula masyarakat pembeli, diimbau agar berbelanja secukupnya sesuai kebutuhan saja. Tidak berlebih-lebihan.

“Jadi penjual, jangan jual mahal-mahal ya. Pembeli juga begitu, kendalikan hawa nafsu jangan belanja banyak-banyak. Ditakar saja sesuai kebutuhan,” pesan Isran Noor.

Isran Noor sangat bersyukur karena inflasi Kaltim selalu berada di bawah angka inflasi nasional. Isran Noor menjelaskan bahwa inflasi itu harus ada, tapi terkendali.

Pengendalian inflasi ini bisa dilakukan dengan baik menurut Isran Noor karena kerja sama lintas sektor dan tidak mungkin dilakukan sendiri.

“Jadi, pahala puasa Ramadan itu bukan hanya menjaga hawa nafsu, haus dan lapar, kerja sama mengendalikan inflasi ini juga berpahala besar. Itu keyakinan saya,” kata Isran Noor.

Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid dalam tausiahnya juga menguraikan fiqih hukum Islam terkait jual beli dan tindakan menimbun bahan pokok masyarakat.

“Kegiatan menimbun barang termasuk haram. Misalnya, menunggu barang mahal baru menjual. Kenapa haram, karena itu menyakiti orang lain,” jelas KH Muhammad Rasyid.

“Allah menyayangi penjual yang menjual harganya tidak terlalu tinggi. Dan Allah juga menyayangi pembeli yang menawarnya wajar. Terakhir, siklus jual beli harus menyenangkan. Jangan sampai ada kredit macet. Artinya, kalau hutang ya harus dibayar,” beber Ketua I Badan Pengelola Islamic Center itu.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim H Abdul Khaliq menjelaskan, pihaknya siap menerjunkan tidak kurang dari 1.230 ulama, dai dan penyuluh agama dari semua agama untuk mendukung program Ulama Peduli Inflasi ini. 

Diharapkan tokoh agama dan dai di Kaltim bisa menyampaikan upaya pengendalian inflasi ini dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, persuasif dan edukatif.

Acara dihadiri Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo,  Kapolda Kaltim Irjen Pol  Imam Sugianto, Kejati Kaltim Hari Setiyono, Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky Perdana Gozali, Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono dan undangan lainnya.
 
[TOS | ADV DISKOMINFO KALTIM]



Berita Lainnya