Daerah

Ketua Kadin Dorong Transformasi Ekonomi Non-Ekstraktif, Sebut Kaltim Tak Bisa Terus Bergantung pada Tambang

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 01 Mei 2026 14:58
Ketua Kadin Dorong Transformasi Ekonomi Non-Ekstraktif, Sebut Kaltim Tak Bisa Terus Bergantung pada Tambang
Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur menekankan pentingnya percepatan transformasi ekonomi non-ekstraktif sebagai arah pembangunan daerah di masa mendatang. 

Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda menyebut, ketergantungan ekonomi Kaltim terhadap sektor pertambangan masih menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

Dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Kadin Kaltim melihat setidaknya terdapat tiga pilar utama yang perlu dikawal bersama. Pilar pertama adalah akselerasi transformasi ekonomi non-ekstraktif guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Putri Amanda menjelaskan, berdasarkan dokumen RKPD, struktur ekonomi Kalimantan Timur hingga kini masih sangat dipengaruhi sektor pertambangan. Meski demikian, penurunan angka kemiskinan hingga 5,17 persen pada 2025 dinilai menjadi momentum penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah tak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.

“Kita harus memastikan pertumbuhan ke depan lebih berkualitas, bukan sekadar tumbuh, tetapi mampu menciptakan pemerataan manfaat ekonomi,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Musrenbang di Kantor Gubernur kemarin. 

Karena itu, Kadin Kaltim mendorong percepatan hilirisasi industri sebagai strategi penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, Kalimantan Timur tidak bisa terus mengandalkan ekspor bahan mentah, melainkan harus mengarahkan investasi pada sektor industri pengolahan.

“Investasi di tahun 2027 harus diarahkan ke industri pengolahan agar nilai tambah ekonomi benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha lokal dan masyarakat Kalimantan Timur,” tegas Putri Amanda.

Selain transformasi industri, Kadin juga menyoroti pentingnya optimalisasi bonus demografi dan penguatan ekonomi digital. Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar karena rasio ketergantungan penduduk yang relatif rendah, yakni 39,38 persen.

Namun demikian, Putri Amanda menyebut tantangan berikutnya adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang saat ini masih berada di angka 58 persen.

Kadin Kaltim, lanjutnya, mendukung program prioritas daerah dalam RKPD 2027, khususnya yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan digital. Menurutnya, generasi muda Kaltim memiliki potensi besar untuk berkembang dalam ekosistem digital, industri kreatif, hingga e-sports.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sarana vokasi agar tenaga kerja lokal semakin kompetitif dan siap mengisi posisi strategis, baik di sektor industri maupun di IKN ke depan,” pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya