DISDIKBUD BONTANG

Kreatif, Siswa SMPN 5 Bontang Sulap Kardus Bekas Jadi Wadah Makanan

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 02 April 2026 13:48
Kreatif, Siswa SMPN 5 Bontang Sulap Kardus Bekas Jadi Wadah Makanan
Ayu Fachtyanur, pendamping siswa saat memgang wadah makanan daur ulang (Dhan/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Para pelajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bontang berkreasi dengan mendaur ulang barang bekas menjadi baru dan siap pakai kembali.

Teranyar, seluruh siswa dibagi menja beberapa kelompok untuk berkreasi dengan barang barang bekas disekolah. Salah satu yang mencuri perhatian adalah daur ulang kardus bekas menjadi wadah makanan siap pakai.

Ayu Fachtyanur, pendamping siswa, mengatakan bahwa proses pembuatan wadah makanan tersebut memakan waktu hingga 24 jam.

"Tahap pertama, kardus bekas dipotong-potong kemudian direndam di dalam air biasa selama 24 jam," katanya, Kamis (2/4/2026).

Setelah itu, kardus diblender hingga halus sampai menjadi bubur. Kemudian dicetak di cetakan kertas dan dipadatkan menggunakan spons.

"Hasil cetakan kemudian dijemur. Jika cuaca panas, proses ini memakan waktu sekitar 24 jam," pungkasnya.

Setelah kering, kertas dilepaskan dari cetakan dan dibentuk menjadi kotak makanan, seperti yang diperjual belikan di pasaran.

Kegiatan ini dilakukan SMPN 5 Bontang sebagai bagian dari mengurangi penumpukan sampah. Seperti diketahui bahwa jumlah sampah terus meningkat diberbagai wilayah, penumpukan terjadi dimana-mana dan menyebabkan menurunnya tingkat kebersihan serta mengancam kesehatan masyarakat.

Hal ini terus diperparah dengan tingginya angka konsumtif, setiap barang atau makanan yang dibeli selalu menghasilkan sampah.

Seluruh jajaran pemerintahan mulai dari pusat hingga daerahpun telah mengeluarkan berbagai aturan dan gerakan untuk mengurangi produksi jumlah sampah.

Salah satu caranya dengan melakukan daur ulang sampah, dengan begitu barang yang sudah tidak digunakan bisa kembali dimanfaatkan untuk aktifitas lainnya.

Daur ulang (recycle) sendiri adalah proses mengumpulkan, menyortir, dan mengolah limbah atau barang bekas menjadi bahan baku baru untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.

Dengan tujuan untuk mengurangi timbunan sampah di TPA, menghemat sumber daya alam, dan meminimalisir pencemaran lingkungan.

Hal ini tentu sangat membantu mengurangi sampah, meningkatkan kreatifitas, bahkan bisa menjadi nilai ekonomi baru yang dapat menghasilkam pundi-pundi ekonomi.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya