DISDIKBUD BONTANG
Kurangi Limbah Plastik, Siswa SMPN 5 Bontang Kembangkan Pembungkus dari Pati Singkong
BONTANG, Kaltimtoday.co - SMP Negeri 5 Bontang terus mendorong pengembangan potensi siswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga kreativitas dan inovasi yang bernilai guna bagi masyarakat.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembuatan plastik biodegradable berbahan dasar pati singkong oleh para siswa. Inovasi ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan sekaligus solusi alternatif untuk mengurangi limbah plastik.
Plastik biodegradable merupakan jenis plastik yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur menjadi air, karbon dioksida, dan biomassa dalam waktu relatif singkat. Berbeda dengan plastik konvensional yang membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai, bahan ini dinilai lebih ramah lingkungan.
Pendamping siswa, Ayu Factyanur, menjelaskan bahwa bahan utama pembuatan plastik ini berasal dari pati singkong, yaitu karbohidrat kompleks yang diekstrak dari umbi singkong dan berbentuk bubuk halus berwarna putih.
“Umumnya plastik biodegradable dibuat dari bahan organik terbarukan seperti pati singkong, jagung, atau selulosa. Ini menjadi solusi untuk mengurangi limbah plastik secara berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia memaparkan, proses pembuatan dimulai dengan merebus pati singkong bersama air hingga berubah dari keruh menjadi bening. Setelah itu, adonan diratakan di atas cetakan datar dan dikeringkan.
Untuk proses pengeringan, tim menggunakan oven dengan suhu stabil 60 derajat Celsius selama kurang lebih enam jam. Menurut Ayu, metode ini dipilih agar hasil plastik lebih optimal.
“Kalau menggunakan sinar matahari kurang maksimal. Jika suhu terlalu tinggi, plastik bisa pecah dan tidak lentur,” jelasnya.
Selain itu, ditambahkan larutan gliserin untuk meningkatkan elastisitas plastik, sehingga tidak mudah rapuh saat digunakan. Produk akhir bahkan dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus permen.
“Karena berbahan dasar pati singkong, pembungkus ini aman jika ikut termakan bersama permennya,” tambahnya.
Melalui inovasi ini, pihak sekolah berharap siswa terus terdorong untuk menciptakan produk kreatif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
[ADV DISDIKBUD BONTANG]
Related Posts
- Kreatif, Siswa SMPN 5 Bontang Sulap Kardus Bekas Jadi Wadah Makanan
- Kendala Jaringan Warnai Uji Coba TKA di SMPN 5 Bontang
- Jelang TKA April 2026, SMPN 5 Bontang Simulasikan Ujian untuk 209 Siswa
- Disdikbud Bontang Tanggapi Sorotan UMKM soal Dampak Program 19-21
- Susun Regulasi, Disdikbud Bontang Target Penyaluran Dana Pendidikan Rp1-2 Juta Mulai 2026









