Daerah

Kubar Darurat Banjir, Ketinggian Air di Enam Kecamatan Capai 1,5 Meter

Network — Kaltim Today 22 Mei 2026 13:21
Kubar Darurat Banjir, Ketinggian Air di Enam Kecamatan Capai 1,5 Meter
Banjir hingga 1,5 meter merendam enam kecamatan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) hingga Jumat (22/5/2026) dilaporkan masih belum surut. Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Kubar resmi menaikkan status wilayah menjadi siaga darurat banjir.

Bencana banjir ini dipicu oleh meluapnya debit air Sungai Mahakam setelah tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu sungai. Akibat luapan tersebut, ribuan rumah warga kini terendam dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah dilaporkan lumpuh total. 

Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat, enam kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Long Iram, Kecamatan Tering, Kecamatan Mook Manaar Bulan, Kecamatan Melak, Kecamatan Muara Pahu, dan Kecamatan Penyingahan.

Dari seluruh wilayah yang terdampak, Kecamatan Tering menjadi daerah dengan kondisi banjir paling parah. Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 1,5 meter sehingga merendam kawasan permukiman warga hingga berbagai fasilitas umum.

Sejumlah fasilitas publik seperti bangunan sekolah, puskesmas, rumah ibadah, hingga akses layanan masyarakat lainnya dilaporkan ikut terendam luapan air. Aktivitas perekonomian warga setempat juga lumpuh karena sebagian besar jalan utama tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyatakan bahwa pemerintah daerah resmi menetapkan status siaga darurat agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih maksimal. Langkah ini juga diambil untuk mempercepat proses distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.

“Kami dari pemerintah daerah menetapkan keadaan banjir yang terjadi di daerah ini, khususnya saat ini kita berada di daerah Tering, menaikkan status menjadi status siaga bencana,” ujar Frederick saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Tering, Jumat (22/5/2026).

Dengan ditetapkannya status siaga darurat tersebut, personel BPBD bersama jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana) mulai bergerak menyalurkan bantuan logistik ke rumah-rumah warga yang kini terisolasi akibat kepungan banjir.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena debit air dinilai masih berpotensi mengalami kenaikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan tinggi yang diprediksi masih akan terjadi di wilayah hulu Sungai Mahakam.

“Karena di hulu Sungai Mahakam sedang terjadi banjir, jadi saya meminta agar tetap waspada dan berhati-hati,” tegas Frederick mengingatkan warga.

Hingga saat ini, petugas gabungan di lapangan masih terus melakukan proses pendataan terhadap jumlah pasti warga yang terdampak, sekaligus memantau perkembangan fluktuasi ketinggian air di sejumlah titik rawan banjir di Kutai Barat. 

[RWT] 



Berita Lainnya