Daerah

Banjir Rendam Jalur 2 Tenggarong Seberang-Samarinda, Sore Mulai Surut

Supri Yadha — Kaltim Today 09 Juni 2026 17:49
Banjir Rendam Jalur 2 Tenggarong Seberang-Samarinda, Sore Mulai Surut
Bagian tengah median jalan di jalur 2 Tenggarong Seberang-Samarinda dibuka. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) sejak dini hari memicu banjir di Jalan Jalur 2 Kilometer 7, Tenggarong Seberang, Selasa (9/6/2026). 

Genangan yang menutupi sebagian badan jalan sempat memperlambat arus kendaraan, khususnya dari arah Samarinda menuju Tenggarong.

Koordinator Lapangan Satgas TRC Penanggulangan Bencana BPBD Kukar, Eko Surya Winata mengatakan, banjir mulai terjadi pada pagi hari usai hujan deras berlangsung selama beberapa jam sejak malam.

Menurutnya, tingginya debit air dipengaruhi intensitas hujan yang cukup tinggi serta kondisi saluran pembuangan di kawasan tersebut yang kurang optimal karena berada pada area dengan kontur relatif datar.

“Banjir ini sebenarnya sejak pagi tadi, pada saat habis hujan. Karena hujan deras, arusnya jadi deras juga. Karena pembuangannya agak kurang di sana kan, turunnya itu datar,” kata Eko.

Lokasi terdampak berada di kawasan persawahan Jalur 2 Kilometer 7, Tenggarong Seberang. Pada saat puncak genangan, ketinggian air di titik terendah diperkirakan mencapai sekitar satu meter atau setinggi lutut orang dewasa.

Kondisi tersebut membuat kendaraan harus melintas secara bergantian. Arus lalu lintas dari arah Samarinda menjadi yang paling terdampak karena sebagian ruas jalan tergenang dan aliran air tertahan oleh median jalan di bagian tengah.

Untuk mempercepat surutnya genangan, tim BPBD bersama pihak terkait melakukan pembobolan pada bagian median jalan. Langkah itu diambil agar aliran air menuju saluran pembuangan dapat mengalir lebih cepat.

“Bagian tengah jalan kami buka agar pembuangan air lebih lancar dan debit air bisa lebih cepat turun,” tuturnya.

Meski sempat mengganggu mobilitas pengguna jalan, kendaraan roda dua masih dapat melintas sejak pagi dengan sistem buka tutup dan bergantian. Hingga sore hari, ketinggian air dilaporkan terus mengalami penurunan.

Ia  memperkirakan genangan akan surut sepenuhnya pada sore hari. Saat pemantauan terakhir dilakukan tinggi air di titik terendah tersisa sekitar 30 hingga 50 sentimeter atau hampir setengah dari kondisi awal.

“Penurunannya sudah cukup signifikan. Dengan kondisi sekarang, kami perkirakan sore nanti air sudah surut,” tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya