Daerah
Agus Suwandi Sebut Kolaborasi Anggaran Jadi Kunci Penanganan Banjir Samarinda di Era Andi Harun
Kaltimtoday.co, Samarinda - Penanganan banjir di Samarinda dinilai menjadi salah satu contoh kolaborasi anggaran lintas pemerintah. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Suwandi, menyebut berbagai program yang dijalankan pada masa kepemimpinan Wali Kota Andi Harun menunjukkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Anggota DPRD Kaltim, Agus Suwandi, menilai kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, berhasil membawa perubahan di Kota Tepian, terutama dalam upaya mengatasi persoalan banjir.
“Saya harus jujur mengatakan, beliau berhasil,” ucap Agus kepada sejumlah wartawan di ruang Fraksi Gerindra Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (16/4/2026).
Menurut Agus, penilaian tersebut bukan hanya datang dari dirinya secara pribadi, melainkan juga disampaikan oleh masyarakat yang ia temui saat turun ke daerah pemilihan.
“Setiap kali ada reses, saya mendengar pujian warga terhadap kepemimpinan yang sekarang, yaitu Pak Andi Harun. Terutama soal mengatasi banjir,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim itu.
Agus yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Samarinda tersebut mengatakan, berbagai perubahan di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur mulai dirasakan masyarakat. Hal itu sejalan dengan hasil survei yang sebelumnya menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Andi Harun mencapai sekitar 80 persen.
Menurutnya, capaian itu cukup wajar karena sejumlah program pembangunan terlihat nyata, mulai dari penanganan banjir hingga penataan wajah kota.
Selain fokus pada pengendalian banjir, pemerintah kota juga melakukan pembenahan di sejumlah titik strategis. Di antaranya pembangunan Teras Samarinda yang menonjolkan keindahan Tepian Mahakam, perbaikan Stadion GOR Segiri, serta pembenahan kawasan Balai Kota yang kini tampil lebih modern dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan anggaran dari berbagai pihak.
Ia menjelaskan, upaya mengatasi banjir di Samarinda merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kota Samarinda.
“Anggaran mengatasi banjir Kota Samarinda itu hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemkot Samarinda. Masing-masing berperan,” ujarnya.
Agus yang pernah duduk di Komisi III DPRD Kaltim yang membidangi pembangunan infrastruktur itu menilai, pendekatan kolaboratif seperti ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Timur dalam menangani persoalan pembangunan.
Menurutnya, banyak persoalan di kabupaten dan kota yang membutuhkan dukungan lintas level pemerintahan, terutama dalam hal pendanaan.
“Saya kira pengalaman di Kota Samarinda patut dicontoh para kepala daerah lain,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara
- Zairin Zain Divonis 4 Tahun Penjara Kasus DBON Kaltim, Kuasa Hukum Isyaratkan Banding
- Misran Toni Buka Suara Usai Bebas, Mengaku Dipaksa Mengaku sebagai Pembunuh Russel di Muara Kate
- Deforestasi Berau Tertinggi di Indonesia, Gamalis Sentil Perusahaan yang Hanya Ambil Hasil Hutan









