Daerah

Meski Konflik Timur Tengah Memanas, 5.812 Jemaah Haji Kaltim Dipastikan Berangkat Mulai 27 April 2026

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 14 April 2026 13:53
Meski Konflik Timur Tengah Memanas, 5.812 Jemaah Haji Kaltim Dipastikan Berangkat Mulai 27 April 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, Mohlis Hasan. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kaltim memastikan 5.812 calon jemaah haji dipastikan berangkat bulan ini meski konflik timur tengah sedang memanas. Pemberangkatan kloter pertama akan berlangsung mulai 27 April 2026.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, Mohlis Hasan pada Selasa (14/04/2026).

"Ya memang ada kekhawatiran terkait konflik tersebut, namun dari pemerintah pusat sampai saat ini belum ada informasi penundaan, jadi dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal," kata Mohlis.

Selain itu, Mohlis menyebut jika rute penerbangan jemaah juga telah ditentukan dan tidak melewati wilayah konflik, sehingga tidak menjadi kendala bagi penerbangan jemaah haji.

"Kesiapannya sudah hampir seratus persen. Kami juga sudah rapat lintas sektoral bersama pihak bandara, maskapai, dinas kesehatan hingga balai kekarantiaan," tuturnya.

Dari hasil rapat tersebut disimpulkan bahwa seluruh persiapan hampir rampung. Hal yang masih dalam proses hanya pengadaan koper jemaah. Namun koper tersebut dijadwalkan tiba pada 17 April dan akan diprioritaskan untuk kloter pertama. Total kloter yang berangkat tahun ini ada 17 kloter.

"Jumlah jemaah pada kloter pertama sebanyak 360 orang yang berasal dari Samarinda," tambahnya.

Sebagai informasi, Embarkasi Haji Balikpapan melayani empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Untuk kesiapan fasilitas di embarkasi, berbagai pengecekan telah dilakukan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan. 

Pemeriksaan meliputi kesiapan dapur umum, fasilitas tempat tidur, gedung penerimaan, serta gedung pemberangkatan. Pengecekan terakhir akan kembali dilakukan mendekati waktu pemberangkatan.

"Maskapai yang digunakan untuk penerbangan jemaah haji adalah Garuda Indonesia. Doakan untuk keberangkatan haji tahun ini tidak ada kendala," tutupnya.

[RWT]



Berita Lainnya