Daerah

Operasional Kafe di Kawasan Teras Samarinda Diberi Lampu Hijau, Pemkot: Fleksibel, Tidak Permanen

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 27 April 2026 16:40
Operasional Kafe di Kawasan Teras Samarinda Diberi Lampu Hijau, Pemkot: Fleksibel, Tidak Permanen
Potret salah satu kafe yang beroperasional di sekitar Kawasan Teras Samarinda. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan pengelolaan kawasan Teras Samarinda dengan menggandeng pihak ketiga untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, tanggung jawab operasional di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada Perumda Varia Niaga melalui skema perjanjian kerja sama yang telah disepakati. 

Langkah ini diambil guna memastikan ruang publik di tepian Sungai Mahakam tersebut tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga penggerak ekonomi melalui sektor kuliner yang sedang berkembang pesat.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa kehadiran deretan kafe di lokasi tersebut merupakan bagian dari strategi agar kawasan tetap dinamis dan tidak membosankan bagi pengunjung.

“Selama ini kita serahkan ke Varia Niaga, ada perjanjian kerja sama di situ termasuk kontribusinya untuk ke PAD,” ujar Marnabas. 

Menurutnya, inovasi fasilitas sangat diperlukan karena sebuah tempat wisata harus memiliki daya tarik yang terus berkembang agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Marnabas juga menjelaskan bahwa izin pembukaan kafe diberikan dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu kenyamanan publik maupun fungsi utama kawasan. 

Pemerintah kota secara intensif memastikan agar area komersial tidak merambah hingga menggerus ketersediaan lahan parkir yang sangat krusial di kawasan tersebut. 

“Kafe-kafe ini memang kita perkenankan untuk dibuka, tapi tetap kita jaga jangan sampai terlalu melebar karena itu juga berfungsi sebagai tempat parkir,” jelasnya. 

Pengaturan tata letak menjadi prioritas utama agar estetika kawasan tetap terjaga dan tetap tertib bagi para pengunjung yang datang, terutama pada waktu puncak di sore hingga malam hari. Sejauh ini, keberadaan kafe dinilai efektif menghidupkan suasana Teras Samarinda dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung secara rutin. 

Selain kontribusi langsung dari penyewa lahan, ramainya kunjungan juga berdampak signifikan pada peningkatan retribusi parkir yang menjadi salah satu sumber PAD bagi Kota Tepian. Marnabas menekankan bahwa pengelolaan kawasan tidak boleh dibiarkan stagnan karena publik membutuhkan perubahan suasana secara berkala. 

“Aturlah supaya ada daya tarik, karena memang tempat wisata itu harus ada perubahan atau inovasi yang ditawarkan,” tambahnya.

Ke depan, Pemkot Samarinda berencana menambah berbagai fasilitas pendukung lainnya guna memperkuat posisi Teras Samarinda sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur. Salah satu fokus pengembangannya adalah penataan fasilitas ibadah seperti musala serta pengoptimalan sudut pandang ke arah sungai bagi para penikmat suasana senja. 

“Nanti ke depan kita atur lagi supaya view untuk melihat matahari terbenam atau sunset bisa lebih bagus bagi warga,” kata Marnabas.

Mengenai kekhawatiran terkait pengembangan tahap selanjutnya, pihak pemerintah menegaskan bahwa keberadaan kafe dan fasilitas yang ada saat ini bersifat fleksibel dan tidak permanen. Jika proyek pembangunan lanjutan mulai berjalan, seluruh tatanan akan disesuaikan kembali dengan cetak biru atau desain awal yang sudah direncanakan.

“Posisi kafe ini dipastikan tidak akan menghalangi perencanaan tahap berikutnya. Nanti kalau perencanaan jalan, kita akan kembalikan ke desain awal atau sesuai dengan perencanaan semula,” tutup Marnabas.

[RWT]



Berita Lainnya