Daerah
Pencarian Korban Diterkam Buaya di Sungai Sangkuranai Paser Masih Berlanjut
Kaltimtoday.co, Paser - Tim SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah diterkam buaya di Sungai Sangkuranai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hingga kini, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Muhammad Helmi (35), warga RT 006 Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau. Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 14.30 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama seorang rekannya sedang menjala udang di Sungai Sangkuranai. Ketika korban mengumpulkan hasil jala, rekannya tiba-tiba mendengar teriakan dan melihat korban diserang buaya sebelum akhirnya diseret ke dalam aliran sungai.
Rekan korban kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Engau. Warga sekitar juga sempat melakukan pencarian awal, namun hingga malam hari korban belum ditemukan. Laporan resmi diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan pada pukul 20.55 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 21.10 WITA. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan memakan waktu sekitar 5 jam 40 menit. Setibanya di Kabupaten Paser, tim segera bergabung dengan unsur SAR setempat.
Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan menyisir alur Sungai Sangkuranai menggunakan rubber boat serta perahu nelayan. Area pencarian diperluas hingga radius sekitar dua kilometer dari titik kejadian sesuai rencana operasi.
Komandan Regu SAR, Dwi Adi Wibowo, mengatakan upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan seluruh potensi dan peralatan yang tersedia.
“Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran alur sungai dan memperluas area pencarian hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian. Pencarian dilakukan menggunakan rubber boat dan perahu nelayan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, termasuk ancaman satwa buas dan kondisi arus sungai.
“Kami tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel karena adanya potensi ancaman buaya. Meski demikian, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Ingin Bisnis Kuliner Laris Manis? Optimalkan TikTok GO dengan Langkah Sederhana Ini
- Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Berisiko Krisis Struktural dan Pengangguran
- Harga TBS Sawit Kaltim Turun Awal Januari 2026, Ini Daftar Lengkap per Umur Tanaman
- Berdampingan dengan TPS, Taman Modern di Bung Tomo Samarinda Seberang Dapat Catatan dari Warga
- Solusi Praktis UMKM Go Digital: Cara Mudah Onboarding TikTok GO bersama HDA GO









