Bola

Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Tersingkir Tragis Lewat Adu Penalti di Babak 32 Besar

Network — Kaltim Today 30 Juni 2026 13:55
Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Tersingkir Tragis Lewat Adu Penalti di Babak 32 Besar
Para pemain Belanda bereaksi setelah pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Belanda dan Maroko. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Dua raksasa sepak bola Eropa, Jerman dan Belanda, secara tragis harus mengakhiri langkah mereka lebih cepat dalam gelaran Piala Dunia 2026. Keduanya dipastikan tersingkir di babak 32 besar setelah gagal melewati drama adu penalti yang berlangsung dramatis pada Selasa (30/6/2026).

Langkah Jerman terhenti setelah menyerah 3-4 dari Paraguai menyusul hasil imbang 1-1 selama 120 menit. Pada pertandingan lain, Belanda juga menelan pil pahit setelah kalah 2-3 dari Maroko lewat babak tos-tosan, setelah sebelumnya bermain sama kuat 1-1 hingga babak tambahan waktu.

Hasil identik ini menghadirkan kejutan besar pada fase gugur Piala Dunia 2026 karena langsung memulangkan dua tim unggulan utama di hari yang sama. Fenomena kolapsnya dua kekuatan tradisional Eropa ini sekaligus membuka jalan bagi tim nonfavorit untuk melaju ke babak 16 besar.

Sebelum fase gugur dimulai, Jerman dan Belanda sangat diunggulkan berkat kedalaman skuad, pengalaman, dan tradisi kuat di turnamen dunia. Namun, ketangguhan mental serta disiplin pertahanan Paraguai dan Maroko mampu meruntuhkan prediksi di atas kertas, bahkan kemenangan Paraguai disebut-sebut sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Kekalahan ini juga melahirkan rekor buruk bagi kedua raksasa tersebut. Bagi tim nasional Jerman, hasil ini menjadi momen pertama kalinya dalam sejarah putaran final Piala Dunia mereka harus menelan kekalahan pada babak adu penalti, merusak reputasi mentereng yang selama ini dipegang skuad Der Panzer.

Sementara bagi Belanda, tereliminasi di babak 32 besar menjadi catatan kelam tersendiri. Hasil ini tercatat sebagai momen tersingkir paling awal yang pernah dialami oleh tim De Oranje sepanjang keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.

Jika melihat jalannya laga, dominasi permainan yang ditunjukkan Jerman dan Belanda sama sekali tidak berbuah manis. Jerman tampil sangat dominan atas Paraguai dengan penguasaan bola mendekati 80 persen dan melepaskan 240 operan di babak pertama, berbanding terbalik dengan Paraguai yang hanya mencatatkan sekitar 30 operan.

Namun, efektivitas serangan balik Paraguai justru menjadi pembeda melalui gol pembuka dari Julio Enciso, sebelum akhirnya disamakan oleh Kai Havertz. Hal serupa menimpa Belanda yang mengontrol penuh laga melalui gol Cody Gakpo, sebelum akhirnya buyar akibat gol penyama kedudukan dari Issa Diop pada masa injury time babak kedua.

Jalannya pertandingan juga diwarnai drama Video Assistant Referee (VAR) saat bek Jerman, Jonathan Tah, sempat mencetak gol di babak tambahan waktu yang dinilai menjadi penentu kemenangan. Wasit kemudian menganulir gol tersebut karena menganggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Paraguai, Orlando Gill, yang memicu protes keras kubu Jerman.

Di sisi lain, kemenangan ini mengukir sejarah emas bagi tim penantang. Julio Enciso tercatat sebagai pencetak gol pertama Paraguai di fase gugur Piala Dunia, disusul Jose Canale yang menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi penalti penutup yang membawa negaranya lolos.

Bagi Maroko, hasil ini menegaskan status mereka sebagai kekuatan baru sepak bola dunia yang kembali berhasil menyingkirkan raksasa Eropa. Skuad Atlas Lions kini dijadwalkan melangkah ke babak 16 besar untuk menantang salah satu tim tuan rumah, Kanada.

Gugurnya Jerman dan Belanda dipastikan mengubah total peta persaingan menuju babak perempat final Piala Dunia 2026. Hasil-hasil tidak terduga ini menjadi bukti sahih bahwa persaingan sepak bola global saat ini semakin merata, di mana tim-tim nonunggulan terbukti mampu memberikan perlawanan sengit dan menumbangkan barisan tim elite dunia. 

[RWT] 



Berita Lainnya