Nasional
Deretan Kasus Besar di Indonesia yang Mengungkap Fakta Lewat Ekshumasi
Kaltimtoday.co - Ekshumasi menjadi salah satu langkah kunci penyidik untuk membongkar misteri kematian yang dinilai janggal. Melalui pembongkaran makam dan pemeriksaan atau autopsi ulang oleh tim dokter forensik, temuan medis baru dapat diungkap untuk memperjelas penyebab pasti kematian korban.
Di Indonesia, terdapat sejumlah kasus kejahatan berprofil tinggi yang memanfaatkan metode forensik ini demi kepentingan pembuktian hukum dan transparansi penyidikan.
Pembunuhan Brigadir J
Salah satu perkara yang paling menyita perhatian publik adalah pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ekshumasi digelar atas permintaan keluarga yang mencurigai adanya kejanggalan luka pada tubuh korban.
Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Ade Firmansyah menyampaikan bahwa autopsi ulang membuktikan tidak ada tanda penganiayaan pada jasad Brigadir J. Luka pada jari dan wajah dipastikan akibat rekoset serta lintasan peluru, dengan dua luka tembak fatal di area kepala dan dada.
Dari hasil penyelidikan berbasis bukti forensik tersebut, tim khusus Bareskrim Polri menetapkan lima tersangka utama. Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Bharada Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf dengan jeratan pasal pembunuhan berencana.
Kematian Selebgram Medan (Ella Nanda Sari)
Langkah ekshumasi juga ditempuh dalam kasus kematian selebgram asal Medan, Ella Nanda Sari (30), usai menjalani prosedur sedot lemak atau liposuction di sebuah klinik kecantikan di Depok. Jenazah korban diekshumasi di Langkat, Sumatera Utara, selama lima jam pada 5 Agustus 2024.
Kapolres Metro Depok memastikan proses autopsi oleh Biddokkes Polda Sumut tersebut berjalan lancar setelah mendapat persetujuan penuh dari pihak keluarga korban demi mendapatkan kepastian penyebab kematian.
"Artinya seluruh keluarga menerima sudah tidak keberatan untuk dilakukan autopsi jadi semua berjalan dengan lancar," ujar Kapolres Metro Depok.
Kematian Tahanan Lapas Bekasi (ZAN)
Kasus lain yang melibatkan pembongkaran makam adalah kematian ZAN (26), seorang tahanan di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal, Bekasi Timur. Pihak lapas mengklaim korban tewas akibat bunuh diri, tetapi pihak keluarga menemukan luka memar janggal di tubuh jasad.
Kuasa hukum keluarga, Farhat Abbas, menyebut ZAN sempat meminta uang sebelum ditemukan tergantung. Laporan dugaan penganiayaan resmi dilayangkan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk ditindaklanjuti melalui pemeriksaan forensik.
Kasus Pembunuhan Dante
Metode forensik ini turut diterapkan pada kasus penenggelaman anak artis Tamara Tyasmara, Raden Adante Khalif Pramudityo atau Dante. Kepolisian menguji jasad Dante di TPU Jeruk Purut pada 6 Februari 2024 setelah sebelumnya dimakamkan tanpa autopsi.
Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Haryanto mengungkapkan tantangan ekshumasi Dante yang dilakukan 10 hari pasca-kejadian. Pemeriksaan organ dalam seperti lambung dan paru-paru tetap dilakukan meski kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut.
"Saat ekshumasi jarak kejadian sudah 10 hari banyak bagian kulit yang sudah terkelupas karena proses pembusukan lanjut," jelas Haryanto.
Tragedi Kanjuruhan
Prosedur serupa juga membendung kesimpangsiuran dalam pengusut Tragedi Kanjuruhan. Pada 5 November 2022, tim dokter forensik melakukan ekshumasi terhadap dua korban kakak-beradik, Debi Ramadhani (16) dan Nayla Debi Anggraeni (13), di Malang, Jawa Timur.
Rangkaian kasus tersebut membuktikan bahwa ekshumasi bukan sekadar prosedur teknis membongkar makam, melainkan instrumen ilmiah vital untuk menegakkan keadilan dan memberi kepastian hukum atas kematian yang meragukan.
[RWT]
Related Posts
- Tembus 15 Juta Pengikut Instagram, Cortis Cetak Rekor Grup K-Pop Tercepat
- Isu Gaji Manajer Kopdes Rp10 Juta, Menkeu Sebut Masih Bahas Acuan UMP
- Sembilan Pemuda Tersangka Pengeroyokan di Tabang Ditangkap di Tiga Lokasi Berbeda
- DPRD Kaltim Bentuk Tim Perjuangkan HGB Perumahan Korpri Loa Bakung Jadi SHM
- Capaian Vitamin A Baru 46,57 Persen, Pemkab Berau Gelar Posyandu Serentak







