Internasional

Penembakan Brutal di Sekolah Thailand, Remaja 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang

Network — Kaltim Today 07 Agustus 2026 19:56
Penembakan Brutal di Sekolah Thailand, Remaja 14 Tahun Tembak Mati 8 Orang
Sejumlah wali murid memeluk anggota keluarga mereka yang selamat dari peristiwa penembakan maut di Thailand. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Aksi penembakan massal mengerikan mengguncang Thailand pada Jumat (7/8/2026). Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun nekat melepaskan tembakan secara brutal di lingkungan sekolahnya, menewaskan sedikitnya delapan orang termasuk guru dan sesama siswa.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa aksi keji pelaku bermula dari rumah tinggalnya. Sebelum mendatangi sekolah, remaja tersebut terlebih dahulu menghabisi nyawa kakek dan nenek kandungnya sendiri.

Juru bicara Kepolisian Thailand, Letnan Jenderal Trairong Phiwphan, membeberkan bahwa serangan di sekolah menewaskan enam orang di lokasi kejadian, terdiri dari tiga siswa dan tiga guru, serta melukai lebih dari 20 orang lainnya.

"Sembilan korban luka saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit, dengan korban luka termuda tercatat baru berusia 12 tahun," ujar Letjen Trairong Phiwphan mengutip laporan CNN.

Insiden berdarah ini terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, sebuah sekolah menengah atas favorit yang menampung 3.000 siswa di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, pinggiran utara Bangkok. Senjata yang digunakan pelaku diidentifikasi berupa pistol milik kakeknya.

Suasana sekolah dilaporkan kacau balau saat rentetan tembakan terdengar. Sejumlah rekaman video memperlihatkan para siswa menangis histeris sambil bersembunyi di bawah meja kelas, sementara para staf berupaya mengevakuasi ratusan murid keluar dari area bahaya.

Pelaku yang sempat dilaporkan tewas di tempat kini dikonfirmasi masih dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat luka tembak di kepala bagian kanan yang diduga berasal dari upaya bunuh diri.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan yang mencoreng dunia pendidikan tersebut dan menegaskan bahwa peristiwa semacam ini tidak boleh terulang kembali.

Biro Investigasi Pusat Thailand telah mengamankan lokasi kejadian serta mendalami motif aksi nekat pelaku yang selama ini diketahui hidup mengindung bersama kakek dan neneknya.

Tragedi ini kembali memicu sorotan tajam terhadap tingginya kepemilikan senjata api di Thailand. Data Small Arms Survey (SAS) mencatat terdapat lebih dari 10,3 juta pucuk senjata api yang beredar di tangan warga sipil di negara tersebut. 

[RWT] 



Berita Lainnya