HeadlineKutim

Polisi Beberkan Kronologi Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Kutim, Motif Pelaku Masih Diselidiki

Kaltimtoday.co, Sangatta – Kasus pembunuhan yang menimpa MK (28) dan anaknya yang masih berusia di bawah 1 tahun masih belum terungkap. AH pelaku yang tak lain adalah suaminya ini pun mencoba menghabisi nyawanya sendiri usai membantai anak dan istrinya, Minggu (13/6/2021).

“Untuk motifnya belum bisa terungkap karena pelaku tidak ingat apa yang sudah dilakukan bahkan minta waktu untuk ingat-ingat,” jelas Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko dalam konferensi pers, Selasa (15/6/2021).

Baca juga:  Syarat Perjalanan Diperketat, Hanya Terima Tes PCR dari Laboratorium Afiliasi Kemenkes, Berikut Daftarnya di Kaltim

Kejadian sadis itu terjadi sekira pukul 19.00 Wita. Menurut keterangan beberapa warga, pelaku sebelumnya mengamuk dengan membawa sebilah parang menuju Masjid Al Ihya  di Desa Sepaso Barat, Perdau. Kemudian pelaku sempat mengancam beberapa jamaah masjid.

“Para jamaah mencoba mengamankan pelaku, lalu berencana melaporkan kejadian itu ke keluarga pelaku. Namun alangkah terkejutnya, pada saat ke rumah pelaku di RT 02 didapati istri dan anaknya sudah bersimbah darah,” papar Welly.

Barang Bukti yang ikut diamankan polisi. (Ramlah/Kaltimtoday.co).

Mengenai kronologis kejadian, pelaku baru bisa menjelaskan secara garis besar.

“Namun untuk menjelaskan secara detail, pelaku masih meminta waktu ke pihak penyidik untuk mengingat kembali bagaimana cara dia melakukan tindakan pidana itu,” jelasnya.

“Pelaku baru mengingat mengambil sebuah senjata tajam di dinding rumah. Kemudian dia lupa kejadian selanjutnya,” tambah AKBP Welly Djatmoko.

Baca juga:  Lahan Ibu Kota Negara Baru Dikuasai Pengusaha Tambang, Jokowi: Kewajiban Reklamasi Tetap!

Pelaku pun mengakui, dirinya telah melakukan penyerangan terhadap warga yang ada di dalam masjid.

“Setelah itu pelaku juga sadar telah diamankan oleh warga, yang kemudian diamankan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Untuk memastikan apakah tersangka melakukan tindakan pidana akibat obat terlarang narkotika, pihak kepolisian juga langsung melakukan tes urine dan hasilnya negatif.

Baca juga:  Jika Terpilih, Andi Harun-Rusmadi Janji Tunaikan Program Rp 100-300 Juta per RT per Tahun

Lebih lanjut, AKBP Welly menjelaskan, nantinya apabila pemeriksaan terhadap pelaku belum berhasil, ada kemungkinan pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan RSJ Atma Husada di Samarinda, terkait pemeriksaan kejiwaan.

Diketahui, pada Minggu malam, AH melakukan pembunuhan keji terhadap istri dan anaknya sendiri yang baru berusai 2 tahun dan berada di ayunan. Setelah itu, dia menuju masjid Al Ihya dan menyerang imam masjid tersebut. Beruntung, sang imam selamat dan pelaku berhasil dilumpuhkan warga.

Pelaku terancam pasal 338 dan atau 340 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

[El | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker