Daerah
Proyek Penataan Kawasan Tepi Sungai Samarinda Diperkirakan Serap Anggaran Rp1,7 Triliun
Kaltimtoday.co - Pemprov Kaltim menyiapkan rencana besar pembangunan kawasan tepi Sungai Mahakam di Kota Samarinda dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp1,7 triliun. Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan pusat aktivitas baru sekaligus meningkatkan kualitas tata kota.
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim menjelaskan bahwa, pengembangan kawasan akan difokuskan di wilayah Selili hingga akses menuju Jembatan Mahkota II. Area tersebut dirancang menjadi ruang publik baru yang dilengkapi amphitheater serta berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat.
Menurutnya, seluruh tahapan perencanaan proyek sudah disiapkan, mulai dari studi kelayakan hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED), sehingga proyek tinggal menunggu kesiapan pembiayaan untuk masuk tahap pembangunan fisik.
Konsep pengembangan kawasan mencakup pembangunan jalan penghubung menuju Jembatan Mahkota II yang disertai jalur pedestrian lebar. Fasilitas tersebut dirancang agar masyarakat dapat memanfaatkannya untuk olahraga, rekreasi, hingga aktivitas wisata swafoto.
Namun demikian, pelaksanaan proyek belum bisa segera dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah. Pemerintah daerah masih melakukan penyesuaian program akibat kebijakan efisiensi dan pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.
Pemprov Kaltim menyatakan pada tahun berjalan, program prioritas akan lebih difokuskan pada kegiatan yang dinilai paling mendesak untuk masyarakat.
Dari sisi sosial, proyek ini dinilai minim risiko konflik lahan karena pembangunan dilakukan di area tepi sungai, sehingga tidak memerlukan pemindahan permukiman warga.
Sebaliknya, proyek ini diproyeksikan memberi dampak positif bagi perekonomian warga melalui munculnya pusat kegiatan ekonomi baru sekaligus peningkatan akses jalan utama di kawasan tersebut.
Untuk mengatasi keterbatasan dana, Pemprov Kaltim juga membuka peluang kerja sama pendanaan dengan pemerintah pusat di luar skema APBD. Opsi ini dianggap strategis karena proyek tidak hanya mempercantik kawasan kota, tetapi juga menjadi jalur alternatif penting yang menghubungkan kawasan pelabuhan menuju Jembatan Mahkota II.
[RWT]
Related Posts
- Kasus Berulang Kapal LOB Kandas di Maratua, Pemkab Berau Desak Agen Travel Pakai Pemandu Lokal
- Sensus Ekonomi 2026, Wabup Berau Sebut jadi Acuan Pembangunan Daerah di Bidang Usaha
- Rentetan Kasus Kekerasan Masih Mengintai, Komite Keselamatan Jurnalis Maluku Utara Resmi Dibentuk
- Komunitas Pers Desak Pemerintah Hapus Klausul Perjanjian Dagang Indonesia-AS yang Ancam Perpres Publisher Rights
- Motor Terparkir Tiga Hari di Kebun Loa Lepu, Warga Temukan Jasad Pria Tergantung









