Daerah

Rektor Unmul Ungkap Arahan Presiden Prabowo: Kebocoran SDA, Hilirisasi, hingga Peran Strategis Kampus

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 20 Januari 2026 13:34
Rektor Unmul Ungkap Arahan Presiden Prabowo: Kebocoran SDA, Hilirisasi, hingga Peran Strategis Kampus
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.200 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Istana Kepresidenan Jakarta. (Dok. Instagram/Rachmatpambudy)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumpulkan ribuan rektor dari penjuru universitas se-Indonesia pada Kamis, 15 Januari 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta. Ada beberapa pembahasan yakni kebocoran pendapatan negara dari sektor SDA, hilirisasi, hingga peran kampus dalam pembangunan nasional.

Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, mengungkapkan bahwa presiden menyoroti kondisi energi nasional, situasi ekonomi terkini, serta adanya kebocoran pendapatan negara dari berbagai aktivitas eksploitasi sumber daya alam.

"Presiden menekankan bahwa masih terdapat kebocoran pendapatan negara dari sektor-sektor strategis seperti migas, sawit, dan pertambangan. Ini menjadi perhatian serius yang harus dibenahi bersama,” ujar Abdunnur pada Selasa (20/01/2026).

Selain itu, Presiden juga menegaskan pentingnya percepatan hilirisasi industri sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Tidak hanya di sektor industri, percepatan program ketahanan dan kedaulatan pangan juga menjadi agenda utama yang harus segera diwujudkan.

"Arahan presiden juga soal percepatan hilirisasi industri serta penguatan program ketahanan dan kedaulatan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, peran dunia akademik turut mendapat sorotan. Prabowo menilai ketahanan negara tidak hanya dibangun melalui aspek pertahanan, tetapi juga melalui kontribusi akademisi dan perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lebih lanjut, Prabowo mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan keunggulan IPTEK Indonesia di tingkat global. Perguruan tinggi juga diminta terus memperkuat riset, inovasi, serta perannya sebagai pusat peradaban dan pembentukan karakter bangsa.

“Perguruan tinggi diharapkan terus meningkatkan kinerja penelitian dan inovasi, serta menjadi pusat pengembangan IPTEK sekaligus pembangun karakter bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul) Susilo menyebut pertemuan kemarin berlangsung hampir tiga jam. Presiden memberikan pengarahan kepada sekitar 1.200 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, para dekan, serta beberapa guru besar. 

"Hal pertama yang saya tangkap adalah penekanan Presiden terhadap hilirisasi perguruan tinggi. Dengan demikian, kemandirian dan daya saing bangsa dapat benar-benar ditopang oleh anak bangsa sendiri," sebutnya.

Kendati begitu, perguruan tinggi harus bersinergi dan memberikan kontribusi yang berdampak signifikan terhadap pembangunan bangsa. Perguruan tinggi tidak cukup hanya berbicara, tetapi harus benar-benar berperan nyata. 

"Elit intelektual ini harus berjalan bersama pemerintah dan komponen bangsa lainnya untuk memajukan bangsa secara kolektif. Di sinilah konsep kampus berdampak menjadi penting, yakni kampus sebagai salah satu penyangga pembangunan bangsa," tutupnya.

[RWT]

(RWT)



Berita Lainnya