Kaltim
Respons Demo Ricuh, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Kritik Kalian Sangat Berkelas
Kaltimtoday.co - Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, akhirnya buka suara terkait aksi unjuk rasa besar-besaran yang mengepung kantornya pada Selasa (21/4/2026). Melalui unggahan video di akun Instagram resmi Pemprov Kaltim, Rudy menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa.
Rudy berterima kasih kepada seluruh elemen, termasuk TNI dan Polri, yang telah menjaga situasi tetap kondusif hingga penyampaian aspirasi berakhir. Ia menyatakan bahwa pemerintah memerlukan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari kontrol sosial.
"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa selalu menjadi mata telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja kerja pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," ujar Rudy dalam video tersebut, Rabu (22/4/2026).
Politikus tersebut memastikan bahwa setiap kritik yang datang sangat berarti bagi jalannya pemerintahan. Ia berjanji akan melakukan akselerasi, koordinasi, dan kolaborasi sebagai upaya perbaikan kinerja ke depan.
"Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas. Semoga ke depan kami dan seluruh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berakselerasi untuk bisa memperbaiki kinerja kerja kami," katanya.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang diperkirakan diikuti lebih dari 4.000 orang tersebut berakhir ricuh pada Selasa malam. Massa merasa kecewa karena Rudy Mas'ud tidak kunjung menemui peserta aksi di lapangan, meski sang gubernur dikabarkan berada di dalam kantor.
Kekecewaan massa memuncak setelah mereka menunggu dari siang hingga menjelang magrib tanpa adanya perwakilan pemerintah yang menemui. Kondisi ini memicu emosi peserta aksi yang telah bertahan selama berjam-jam.
"Kami sudah menunggu lama, bahkan dengar beliau ada di dalam, tapi tidak ada yang keluar. Itu yang membuat suasana jadi panas," ungkap salah satu peserta aksi, Ray (22).
Situasi mulai tidak terkendali saat memasuki malam hari. Aparat kepolisian akhirnya membubarkan massa menggunakan water cannon sekitar pukul 18.30 WITA setelah terjadi aksi saling dorong dan lempar antara massa dan petugas.
Puncak kericuhan dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WITA di sekitar kawasan dekat Bank Indonesia. Massa baru berhasil dipukul mundur dan situasi berangsur kondusif setelah aparat melakukan tindakan tegas terukur untuk menormalkan kembali kawasan tersebut.
[TOS]
Related Posts
- Program Seragam Gratis Pemprov Kaltim Potensi Molor Lagi, SMKN 1 Samarinda: Timbul Kecemasan Orang Tua dan Siswa
- Pemprov Kaltim Bantu 63 Pokdakan pada 2026, Benih Ikan Masih Jadi Bantuan Terbanyak
- Article 33 Hadirkan Project Manager Kaltim Today, Dampingi Pembuatan Kampanye Digital Transisi Batu Bara Berkeadilan yang Berdampak
- Seragam Gratis Kaltim Mulai Didistribusikan Agustus 2026, Pagu Rp1 Juta per Siswa Termasuk Ongkos Distribusi
- Empat Korban Jiwa di Satu Konsesi, JATAM Desak Polisi Tindak Perusahaan Tambang









